Faktor Persepsi Dan Sikap Dalam Pemanfaatan Layanan Voluntary Counseling And Testing (VCT) Oleh Kelompok Berisiko HIV/AIDS

Yanna Wari Harahap
Epidemi Human Immunodeficeincy Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Virus (AIDS) meningkatkan tingkat kesakitan dan menyebabkan kematian penduduk usia muda. Penyakit HIV/AIDS ini penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, pekerjaan, dan status ekonomi. Setiap tahunnya angka penderita HIV/AIIDS meningkat, berdasarkan laporan situasi perkembangan kasus HIV dan AIDS di Indonesia tercatat angka kasus HIV/AIDS pada tahun 2010 sebanyak 21.591 dan 6.867, pada tahun 2011 sebanyak 21.031 dan 7.286, pada tahun 2012 sebanyak 21.511 dan 8.610, dan tahun 2013 adalah 29.037 dan 5.608. Untuk mengurangi penularan HIV/AIDS sudah ada berbagai program yang diselenggaran di Indonesia, salah satunya adalah Voluntary Counselling Test (VCT).

VCT merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat yang efektif untuk melakukan pencegahan sekaligus pintu masuk untuk mendapatkan layanan manajemen kasus dan perawatan, dukungan, dan pengobatan bagi ODHA. Melalui layanan VCT ini diharapkan para penderita HIV/AIDS mendapatkan perawatan pengobatan serta melalui layanan ini juga ODHA dapat meningkat pengetahuannya mengenai HIV/AIDS itu sendiri.

Dengan adanya program VCT ini harapannya penularan HIV/AIDS dapat menurun, ODHA mendapatkan pengobatan dan perawatan dan lebih memiliki perilaku baik, dan dapat meningkatnya kualitas hidup ODHA. Dari jurnal ini kita mendapatkan informasi bagaimana pengetahuan, sikap, serta persepsi ODHA terhadap layanan VCT yang ada.

Daftar Pustaka :
Mujiati, Pradono, J. 2014. Faktor Persepsi Dan Sikap Dalam Pemanfaatan Layanan Voluntary Counseling And Testing (VCT) Oleh Kelompok Berisiko HIV/AIDS Di Kota Bandung Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 5 (1): 49-53.

No comments:

Post a Comment