RENEWING ORGANISASI
SKEMA PENCATATAN DAN PELAPORAN
PMT PEMULIHAN BERBASIS BAHAN MAKANAN LOKAL
Renewing organisasi adalah transformasi sistem dan organisasi pemerintah secara fundamental guna menciptakan peningkatan dramatis dalam efektivitas,efisiensi,dan kemampuan mereka(anggota organisasi) dalam melakukan inovasi. Transformasi ini dicapai dengan mengubah tujuan,system insentif, pertanggungjawaban,struktur kekuasaan,dan budaya system dan organisasi pemerintah.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dinilai sebagai program yang efektif, efisien, dan sustainable untuk meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia. Akan tetapi untuk skema pencatatan dan pelaporan PMT pemulihan berbasis bahan makanan lokal, saya menilai masih berbelit-belit dan rawan terjadi kesalahan dalam pencatatan, ketidaklengkapan data, dan keterlambatan pelaporan. Berikut ini adalah skema pelaporan PMT:
Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan dalam skema organisasinya. dengan renewing sistem pelaporan PMT yaitu dengan membuat aplikasi sederhana melalui web atau android yang bisa diakses oleh semua stakeholder, sehingga pelaporan bisa valid, akurat, dan tepat waktu. Semua stakeholder entry data melalui android atau via aplikasi yang telah dibuat, sehingga semua data langsung masuk ke bankdata dan bisa segera diolah menjadi Informasi yang dibutuhkan, tidak membutuhkan laporan manual yang berbelit belit, tidak efektif dan tidak efisien.
Renewing sistem pelaporan PMT
Pembaharuan membutuhkan perjuangan yang terus-menerus dan tak kenal menyerah. Menurut David Osborne ada 5 strategi antara lain:
1. Strategi Inti
Strategi ini menentukan tujuan system dan organisasi pemerintahan. Jika suatu organisasi tidak jelas tujuannya atau punya tujuan ganda dan saling bertentangan,organisasi itu tidak bisa mencapai kinerja yang tinggi. Strategi inti mengutamakan mengenai perbaikan fungsi mengarahkan,sehingga meningkatkan kemampuan pemerintah untuk mengarahkan dengan mengetahui kejelasan tujuan,peran,dan arah.
2. Strategi Konsekuensi
Strategi yang menentukan system insentif pemerintah. Kemampuan untuk bersaing untuk memperoleh hasil yang dapat memuaskan tuan mereka yang tentunya bukan pejabat di pusat melainkan orang-orang yang dilayani (masyarakat). Meski bersaing,kerja sama tetap bisa dikerjakan dengan aturan yang jelas,tegas,dan system insentif yang tepat.
3. Strategi Pelanggan
Strategi yang memusatkan pada akuntabilitas,pertanggungjawaban. Strategi ini memberi pilihan kepada pelanggan mengenai organisasi yang memberikan pelayanan dan menetapkan standar pelayanan pelanggan yang harus dipenuhi oleh organisasi-organisasi itu. Dengan tanggung jawab kepada pelanggan membuat organisasi untuk memperbaiki hasil-hasil mereka.
4. Strategi Kontrol
Strategi ini menggeser bentuk pengendalian yang digunakan dari aturan-aturan yang rinci serta komando hierarkis ke misi bersama dan system yang menciptakan akuntabilitas kinerja.
5. Strategi Budaya
Strategi yang menentukan budaya organisasi pemerintah:nilai-nilai,norma,sikap,dan harapan pegawai. Budaya ada yang mungkin bisa diubah tapi ada yang akan tetap eksis dalam organisasi atau luar organisasi.
Referensi
Osborne,David. 2000. Memangkas Birokrasi, diterjemahkan Abdul Rosyid, Ramelan. Jakarta: Penerbit PPM
Ditjen Bina Gizi Dan Kesehatan Ibu Dan Anak Kementerian Kesehatan RI , 2011, Panduan Penyelenggaraan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Bagi Balita Gizi Kurang (Bantuan Operasional Kesehatan). Jakarta.
Handayani, L. (2008). Evaluasi program pemberian makanan tambahan anak balita. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 11(01).


No comments:
Post a Comment