Tugas Jurnal Kualitatif : Budi Sulistiyo Nugroho K3 2015

Dengan hormat
Dr. dr. Mubasyyir Hasanbasri, MA

1.    Topik yang diambil :

Behavioural Based Safety (BBS) in Industry

2.    Fokus riset :

Mengapa dibutuhkan BBS dalam dunia industri ?

3.    Kata kunci :

safety (improvement, education, instruction, training), implementation steps, employee (young adults and young workers), risk management, feedback and steering committee, organizational behavior management, applied behavior analysis, observation

4.    Variabel Penelitian :

a.    Variabel independen : Behavioural Based Safety (BBS) approach

b.    Variabel dependen : Unsafe and Safe Behavior Employee

5.    Metode yang bisa ditiru :

Metode mix method yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur pada sampel yaitu pekerja yang menduduki jabatan manajerial seperti Safety and Health Manager, BBS Facilitator, Safety and Health Officer/Supervisor, Project Manager and Project Engineer dan dengan menggunakan kuesioner yang dibagi di lapangan, sehingga dengan teknik sampling secara proporsional tersebut informasi yang diperoleh melalui wawancara dapat lebih mewakili kondisi nyata dari lingkungan penelitian karena berasal dari sumber dengan karakteristik yang berbeda dengan mengadakan feedback and steering committee untuk melakukan CARE (Corrective Action Request for Evaluation)

6.    Metode yang tidak bisa ditiru :

Saya akan mengalami kesulitan untuk meneliti responden dari sektor industri yang berisiko tinggi terhadap bahaya karena BBS (Behavioural Based Safety) sudah berkembang menjadi RBBS (Risk Based Behavior Safety) dengan metode baru yaitu the QUAN-qual method dengan melakukan pre-test post-test non-equivalent control group design karena memerlukan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit. Membutuhkan waktu lama karena harus ada observasi terlebih dahulu sebelum dan sesudah pekerja mendapatkan training dan drill tentang BBS kemudian melakukan pre-test post-test non-equivalent control group design, selain itu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

7.    Referensi: 

a.    Steps for the Behavioural Based Safety: A Case Study Approach, Faridah Ismail and Ahmad Ezanee Hashim, Member, IACSIT International Journal of Engineering and Technology, Vol. 4, No. 5, October 2012

b.        Integration of Behaviour-Based Safety Programme into Engineering       Laboratories and Workshops Conceptually, Kean Eng Koo, School of Educational Studies, Universiti Sains Malaysia, International Education Studies Vol. 5, No. 2; April 2012, Published by Canadian Center of Science and Education

c.    Behaviour- Based Safety: A Case Study Illustrating A Successful Approach, Julia Clancy, Qest Consulting Group

d.   Behavior-Based Safety and Occupational Risk Management, E. Scott Geller, Virginia Polytechnic Institute and State University, Behavior Modification, Vol. 29 No. 3, May 2005 539-561, DOI: 10.1177/0145445504273287

e.    Behaviour Based Safety in Organizations, H.L. Kaila, Universitas Mumbay, India, Indian Journal of Occupational and Environmental Medicine, December 2006 Vol 10



Salam,
Budi Sulistiyo Nugroho | Academic Evaluation-HSE
--------------------------------------------------------------------------------------
Kementerian ESDM - STEM Akamigas
Jl Gajah Mada No. 38 Cepu,
T +62 296 421897 ext. 178
F +62 296 425939

Esok adalah hadiah untuk bekerja dengan aman hari ini, keselamatan adalah gerbang kesuksesan karena keselamatan dan kesuksesan tidak dapat dipisahkan

PUTRI LISTIANI (KP-MAK 2015)

Artikel Kesayangan

HEALTH CARE REFORM AND SOCIAL MOVEMENTS IN THE UNITED STATES

 Artikel tentang social movement yang terjadi di Amerika Serikatpada abad 20, mengenai universal health care sangat menarik karena pada artikel ini menjelaskan tentang sejarah perkembangan sistem asuransi di Amerika serikat. Dalam artikel ini juga disinggung bahwa di Amerika sempat diwajibkan adanya asuransi namun akhirnya berubah karena ada beberapa pihak yang tidak setuju. Kegagalan sistem asuransi di Amerika serikat sehingga berbeda dengan SHI di Jerman dan NHS di Inggris karena di Amerika pada saat itu masih terdapat pandangan rasis. Kelompok buruh di Amerika melakukan social movement yang meminta agar diadakannya universal health care, namun terjadi perundingan alot antara asosiasi buruh dan asosiasi industri serta asosiasi dokter.

Sampai saat inipun sistem asuransi kesehatan di Amerika masih berpegang pada prinsip pasar bebas, artinya pihak swasta menguasai asuransi kesehatan. Menurut artikel ini walaupun social movement dilakukan, tetapi jika politik pada masa itu tidak mendukung, maka tidak akan menghasilkan suatu perubahan. Bagian akhir dari artikelini terdapat kutipan yang berbunyi "You can't build a social movement with a band-aid philosophy"- Jerry Gordon.

Hoffman, B. (2003). Health care reform and social movements in the United States. American Journal of Public Health93(1), 75-85.

PUTRI LISTIANI KP-MAK 2015

Contoh sosial movement

Contoh Social Movement dalam Kebijakan Kesehatan di Indonesia

Jaminan Kesehatan Nasional yang kini dikenal sebagai BPJS merupakan salah satu bentuk dari social movement di Indonesia. Bermula dari dorongan beberapa pihak dan profesi hingga akhirnya disusun Undang-Undang terkait JKN lalu kini diimplementasikan untuk masyarakat seluruh Indonesia.  

PUTRI LISTIANI KP-MAK 2015

Tanggapan mengenai perkuliahan Social Movement

Topik social movement menurut saya sangat menginspirasi saya sebagai tenaga kesehatan dalam melakasanakan tugas melayani masyarakat. Berdasar kuliah ini saya dapat belajar bagaimana reaksi masyarakat untuk memperjuangkan hak nya khususnya dibidang kesehatan. Social movement adalah suatun pergerakan yang mendorong masyarakat untuk bergerak mencapai suatu tujuan yang tujuan selanjutnya adalah mendorong munculnya sikap pemerintah terhadap suatu isu yang terkait permasalahan sosial tersebut. Terdapat beberapa hal yang ingin saya tanyakan terkait artikel kesayangan yang saya baca mengenai social movement terhadapn jaminan kesehatan di Amerika, dimana masyarakat telah mengupayakan pergerakan agar haknya terhadap kesehatan terpenuhi. Namun artikel tersebut menyebutkan bhawa pada akhirnya pemerintah tidak dapat memberikan apa yang dituntut oleh masyarakat terkait dengan politik pada masa itu. Lalu pertanyaan saya adalah bagaimana kita sebagai tenaga kesehatan masyarakat menyikapi politik yang ada di suatu sistem yang bertentangan dengan kesejahteraan masyarakat dalam hal ini kaitanya dengan social movement?

Jurnal "Social construction" _Husni Mochtar KMPK 2015


On Dec 11, 2015, at 23:03, Husni Mochtar <husnimochtar@gmail.com> wrote:

Artikel:

Conrad, Peter, and Kristin K. Barker. "The social construction of illness key insights and policy implications." Journal of Health and Social Behavior 51.1 (2010): S67-S79.

Saya tertarik dengan jurnal karena membahas tentang berbagai pendekatan social yang merupakan determinan kesehatan antara lain:implikasi kebijakan, budaya serta individu atau masyarakat.

Konsep sehat atau sakit adalah perspektif ilmiah dan medis,dalam implementasinya diperlukan legal aspek sehingga manajemen pelaksanaannya tertata dengan baik.

Pendekatan individu/masyrakat pendekatan, yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau kemampuan individu/masyarakat dalam menganalisis tentang indikasi medis dan determinan lainnya. Bagaimana masyarakat merespon kejadian-kejadian berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tentang kejadian-kejadian penyakit. Kedua. Penyakit adalah konstruksi sosial sangat dipengeruhi oleh berbagai determinan (Perilaku, gaya hidup, lingkungan, serta pelayanan kesehatan yang tersedia).


Husni Mochtar
 
Health Policy and Management,
Department of Public Health, Faculty of Medicine
Gadjah Mada University

Mobile : +6281285004375
 
 

Aprilia Grace A Maay (MKO)

Tugas 3 : Artikel terkait

"Upending the Social Ecological Model to Guide Health Promotion Efforts Toward Policy and Environmental"

Artikel ini berisi tentang penemuan model ekologi sosial, dimana kerangka luas digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat dan praktek, dengan mengubahnya dari dalam ke luar, menempatkan kebijakan dan lingkungan sosial yang berhubungan dengan kesehatan dan lainnya di pusat, dan konseptualisasi cara-cara di mana individu, jaringan sosial mereka , kelompok dan organisasi menghasilkan konteks masyarakat yang menumbuhkan kebijakan yang sehat dan pembangunan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan dengan menjelaskan bagaimana praktisi promosi kesehatan dan peneliti dapat mendorong perubahan struktural melalui:
1. Menyampaikan kesehatan dan relevansi sosial inisiatif kebijakan dan perubahan lingkungan,
2. Membangun kemitraan untuk mendukung individu dan masyarakat
3. Mempromosikan distribusi yang lebih adil dari sumber daya yang diperlukan bagi orang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengontrol kehidupan mereka, dan bebas berpartisipasi dalam ruang publik.

Referensi :
http://m.heb.sagepub.com/content/42/1_suppl/8S.full

Aprilia Grace A Maay (MKO)

Tugas 2 : Program kesayangan

"Promosi Kesehatan dan Perubahan Perilaku Hidup Dalam Rangka Peningkatan Status Kesehatan di Indonesia"

http://www.kompasiana.com/rabiatuladawiah/promosi-kesehatan_5517cbc2a333114e07b66106

         Promosi Kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran dari-oleh-untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan kondisi social budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Menolong diri sendiri artinya bahwa masyarakat mampu berperilaku mencegah timbulnya masalah-masalah dan gangguan kesehatan, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan serta mampu pula berperilaku mengatasi apabila masalah gangguan kesehatan tersebut terlanjur terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Banyak masalah kesehatan yang ada di negeri kita Indonesia, termasuk timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang erat kaitannya dengan perilaku masyarakat itu sendiri. Sebagai contoh KLB Diare dimana penyebab utamanya adalah rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat seperti kesadaran akan buang air besar yang belum benar (tidak di jamban), cuci tangan pakai sabun masih sangat terbatas, minum air yang tidak sehat, dan lain-lain.   Promosi kesehatan bukan hanya proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan saja, tetapi juga disertai upaya-upaya menfasilitasi perubahan perilaku. Dengan demikian promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan) baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya, politik dan sebagainya). Atau dengan kata lain promosi kesehatan tidak hanya mengaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (fisik dan non-fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat.