Siklus menggunakan penalaran pemecahan masalah menggunakan urutan 1 - 4, membutuhkan waktu, dana yang besar, komitmen pembuat kebijakan, dan dukungan politik untuk masalah- masalah yang besar. Karena proses yang terlalu panjang dan melibatkan banyak orang, hal ini membuka kesempatan
Kepada oknum - oknum tertentu untuk meraup keuntungan. Menurut saya, pilihan 1 - 4 tetap harus ada meskipun dalam siklus yang disederahanakan 1 ke 4. Tidak mungkin seorang manajer tidak mencari akar masalah dan memiliki option policy (atau pertimbangan) sebelum memutuskan tindakan atau kebijakan yang akan diimplementasikan, hanya saja Manajer yang baik tidak membiarkan masalah kecil ditunda untuk diselesaikan. Pengalaman adalah guru terbaik bagi manajer yang handal, dan data (angka atau observasi) merupakan petunjuk yang paling baik sebagai dasar arah kebijakan. Sebaliknya dengan manajer yang tidak handal, dia memanfaatkan masalah sebagai peluang untuk mendapat dana yang besar dan didalamnya dia juga mendapat keuntungan. Dia juga memiliki hubungan dengan penentu kebijakan keuangan lainnya untuk melakukan deal-deal atau persekongkolan jika program ini berhasil mendapat dana.
Sistem harus diubah, dilakukan transparansi dalam pengusulan dana, dokumen video rapat-rapat evaluasi dan perencanaan juga perlu menjadi data pemeriksaan BPK atau KPK sehingga diharuskan setiap kantor bahkan DPR, dan MPR wajib merekam setiap rapat-rapat. Ini merupakan tindakan preventif agar mereka waspada bahwa semua yang mereka putuskan sedang dipantau oleh masyarakat.
Catatan : Tulisan ini dipublikasikan sebagai tugas mata kuliah Ilmu Sosial dan Perilaku
By Ni Ketut hesti
No comments:
Post a Comment