Posyandu

POSYANDU

Salah satu kebijakan yang sering saya lihat di lapangan adalah kegiatan posyandu. Posyandu merupakan salah satu program kesehatan yang efisien, karena merupakan program dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. Untuk mencapai outcomenya (berupa angka kematian bayi, balita, dan ibu menurun, kemampuan masyarakat untuk kegiatan sehat meningkat), dalam pelaksanaan posyandu tidak membutuhkan biaya, karena biaya berasal dari iuran rutin masyarakat sendiri, pemeriksaan dilaksanakan oleh kader kesehatan setempat yang sudah terlatih, dan pelaksanaanya dilakukan di rumah salah satu warga atau kader sehingga tidak butuh biaya sewa tempat. 
Namun, yang saya lihat di lapangan terkadang kegiatan posyandu ini kurang efisien karena sumber daya manusianya kurang berkontribusi maksimal. Sumber daya manusia yang saya maksud adalah ibu-ibunya sendiri, dan juga kader. Ibu-ibu yang kini sudah banyak yang bekerja lebih mementingkan pekerjaannya sehingga tidak sempat untuk menimbang/imunisasi anaknya ke posyandu, sehingga jadwal posyandu anaknya tertunda atau bahkan tidak dilakukan penimbangan disatu bulan itu. Kalau dari kadernya yang saya temui di lapangan, kader yang ada sudah tidak muda lagi, mereka sudah merasa lelah menjadi kader bertahun-tahun sehingga membutuhkan anak-anak muda yang mau menggantikan tugasnya sebagai kader. Kader bukanlah pekerjaan yang mudah karena itu harus bekerja secara sukarela dan tidak digaji, sehingga anak muda tidak banyak yang mau untuk menjadi kader. 
Kalaupun ada yang mau mungkin tidak akan bertahan lama karena mereka harus menikah dan harus mengikuti suaminya yang belum tentu masih berada di desa tersebut. Pada saat kami melaksanakan praktek pengabdian masyarakat di suatu desa, kami berusaha untuk merekrut pemuda yang bersedia untuk menjadi kader. Kami memberi edukasi dan pelatihan kepada kader lama dan kader baru untuk melaksanakan tugasnya, sehingga harapannya kegiatan posyandu tetap berjalan baik dengan adanya para kader baru. Hal ini butuh perhatian dari pihak puskesmas yang secara langsung membina posyandu-posyandu ini.

By Wieke Apriana A. K.

No comments:

Post a Comment