Fx. Ari H MKO

Tugas Ilmu Sosial dan Perilaku : Social Movement

Artikel

Chiarello, E. (2011). Challenging professional self-regulation: Social movement influence on pharmacy rulemaking in Washington State. Work and Occupations, 0730888411400700.



            Artikel ini menarik karena membahas tentang pengaruh social movement atau gerakan sosial terhadap proses pembuatan kebijakan dibidang farmasi. Gerakan sosial terjadi karena adanya perbedaan kepentingan atau bisa juga karena ketidakadilan. Adanya gerakan sosial diharapkan dapat membuat perubahan sesuai dengan yang dikehendaki. Dalam artikel ini disebutkan gerakan sosial menyebabkan terjadinya konflik antara kepentingan dan tanggung jawab farmasis serta organisasi profesinya sehingga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan.

Gerakan sosial dalam artikel ini dimulai dengan adanya penolakan farmasis untuk menyediakan emergency contraceptive pill (ECP, "the morning-after pill") yang memicu kelompok yang setuju dengan obat ini untuk mengadakan gerakan perlawanan terhadap profesi farmasi. Para pembuat keputusan merespon hal ini dengan berpegang dan mengadopsi peraturan mengenai tanggungjawab farmasi yang menetapkan bahwa farmasis dapat menolak memberikan obat jika dianggap bertentangan dengan moral mereka. Kemudian hal ini semakin berkembang dengan meluasnya isu tentang obat tersebut dan gerakan sosial yang berusaha memberikan pengaruh terhadap peraturan dalam organisasi profesi. Isu mengenai emergency contraceptive (EC) yang digerakan oleh masyarakat yang mendukung adanya kontrasepsi darurat ini semakin menjadi perdebatan dan pertimbangan dalam membuat kebijakan. Gerakan sosial tersebut juga memberikan alternatif pemahaman tentang tanggungjawab professional pentingnya kontrasepsi darurat dan menyakinkan pemerintah untuk mendukung mereka. Meskipun para pemimpin di organisasi farmasi berpegang pada aturan tanggungjawab farmasis, tetapi adanya gerakan sosial ini pada akhirnya mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. Hasilnya peraturan yang dibuat memuaskan atau menguntungkan gerakan sosial ini. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan sosial dapat mempengaruhi para pembuat kebijakan melalui pembentukan opini atau pemahaman dan kerjasama untuk menyakinkan agar peraturan yang dibuat oleh organisasi profesi juga mempertimbangkan pengaruh atau kepentingan diluar organisasinya.

 

Terimakasih

Fx. Ari H MKO

Catatan : Tulisan ini dibuat untuk memenhui tugas kuliah Ilmu Sosial dan Perilaku

No comments:

Post a Comment