Program Pelayanan dan Jam Kerja Efektif di Puskesmas


Yunengsih
Program Pelayanan dan Jam Kerja Efektif di Puskesmas

Menurut saya salah satu program yang tidak efektif dan efisen yang ada di Indonesia salah satunya adalah program, pelayanan dan Jam kerja efektif di Puskesmas yang masih kurang efektif terhadap tugas dan fungsinya. Masih banyak sekali Puskesmas yang program pelayanannya bertumpu pada upaya kuratif dan tidak begitu perduli dengan upaya promotif dan preventif.

Dalam hal ini Fungsi puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata pertama menjadi amat sangat penting. Upaya Puskesmas diharapkan dapat mewujudkan Kecamatan sehat menuju Indonesia Sehat dan bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang dikelompokan menjadi upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan. Upaya kesehatan wajib diPuskesmas antara lain upaya promosi kesehatan, upaya kesehatan lingkungan, upaya kesehatan KIA/KB, upaya perbaikan gizi masyarakat, upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, upaya pengobatan.Selain itu Puskesmas juga mempunyai upaya kesehatan pengembangan diantaranya kesehatan sekolah, kesehatan lingkungan Perkesmas, kesehatan kerja, gigi dan mulut, kesehatan jiwa, kesehatan mata, kesehatan usila, pembinaan pengobatan tradisional.

Program pokok puskesmas merupakan program pelayanan kesehatan yang wajib di laksanakan karena mempunyai daya ungkit yang besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Namun pada kenyataannya menurut saya mayoritas puskesmas belum mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, hal ini dapat dilihat dari upaya kuratif yang masih mendominasi program puskesmas, jam kerja efektif yang masih jauh dari efektif sesuai dengan fungsinya dan juga pelayanan yang masih kurang baik dari petugas puskesmas yang tidak responsive dan juga masih belum menerapkan 4 S (senyum,sapa,sopan,santun).

Untuk dapat menjawab tantangan pembangunan kesehatan dalam era global yang sangat dinamis saat ini dan dimasa yang akan datang, memerlukan inovasi dan terobosan, baik dibidang pelayanan maupun dalam manajemen dan kebijakan yang diambil. Tanpa ini pembangunan kesehatan akan jalan ditempat dan bahkan akan terlikuidasi oleh perubahan.

Melihat kondisi ini partisipasi stakeholder sangat diperlukan untuk melakukan revitalisasi pelayanan kesehatan di Puskesmas. Untuk menciptakan Puskesmas yang efektif, responsif, partisipatif, dan sensitif. Disebut efektif jika Puskesmas berhasil terus menerus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara konsisten, responsif mencerminkan kemampuan Puskesmas memberikan perlindungan kesehatan dilihat dari kecepatan dan kemampuannya menangani kasus-kasus KLB (Kejadian Luar Biasa), partisipatif berorientasi pada upaya peningkatan partisipasi stakeholder, sedangkan sensitif mengindikasikan kepekaan Puskesmas yang tidak hanya berorientasi pada sekedar penyajian pelayanan kesehatan melainkan juga memaksimalkan kepuasan masyarakat .

No comments:

Post a Comment