KAMPANYE SOSIAL "DRIVE SMART" BAGI PENGEMUDI MOBIL PEMULA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESELAMATAN BERLALULINTAS

Budi Sulistiyo Nugroho K3 2015

Jurnal Kesayangan
Amanda Yuliana Poernomo, 2014, KAMPANYE SOSIAL "DRIVE SMART" BAGI PENGEMUDI MOBIL PEMULA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESELAMATAN BERLALULINTAS, Program Studi Sarjana Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB

Saya tertarik membaca artikel ini karena cukup banyak remaja di kota-kota besar yang terbiasa mengendarai mobil sejak usia dini, bahkan sebelum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Mengendarai mobil dipandang sebagai kepraktisan bertransportasi dan simbol status di mata remaja, terutama remaja laki-laki. Sebagai contoh adalah kasus kecelakaan putra penyanyi Ahmad Dhani Abdul Qodir Jaelani (Dul) yang baru berusia 14 tahun. Tentu saja ada alasan mengapa Surat Izin Mengemudi (SIM) baru diberikan kepada seseorang yang telah berusia 17 tahun. Emosi yang belum stabil, sifat yang suka tantangan, dan kurang berhati-hati menjadi pertimbangan utama mengapa remaja yang belum berusia 17 tahun belum diperbolehkan menyetir oleh negara. Namun di Indonesia, umur bukanlah masalah utama dari penyebab kecelakaan berkendara yang menimpa remaja. Perilaku mengacuhkan tata tertib berlalulintaslah yang umumnya menyebabkan terjadinya kecelakaan. Menurut Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Pudji Hartanto di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2014 :
"Faktor Kelalaian Manusia Menduduki Posisi Puncak Pemicu Kecelakaan. Penyebab  Utama Karena Kurang Hati-Hati, Kedua Karena Melanggar Aturan,"
Memang, sering tidaknya seseorang menghadapi situasi mengemudi di jalan amat berpengaruh dalam meningkatkan keahlian menyetir, namun terkadang kepemilikan SIM dan jam terbang yang tinggi dapat membuat pengemudi merasa terlalu aman, sehingga akhirnya mengabaikan peraturan lalulintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, baik fatal maupun non-fatal. Beberapa orangtua tidak menyadari bahwa kebiasaan mereka saat menyetir dapat menurun pada anak. Perilaku menggunakan  gadget  saat menyetir, tidak mengenakan sabuk pengaman, mendahului dengan kecepatan tinggi, melanggar rambu-rambu, adalah beberapa contoh pelanggaran sederhana yang sering tidak disadari dapat menimbulkan kecelakaan mengemudi. Oleh karena itu, kebiasaan melanggar inilah yang sebaiknya segera ditangani, sebelum para remaja mencontohnya dan menjadikannya sebagai kebiasaan berlalulintas. Melihat kasus yang telah dijabarkan sebelumnya, kami bertujuan untuk membuat sebuah kampanye sosial yang ditujukan untuk membangkitkan keinginan tertib mengemudi di kalangan remaja laki-laki dengan cara yang lebih modern dan visioner. Media yang digunakan akan disesuaikan dengan kemajuan era informasi saat ini, dengan bahasa visual yang dekat dengan remaja urban. Keselamatan berlalulintas menjadi hal yang  sangat penting, apalagi mobilitas sudah menjadi kebutuhan dasar setiap orang di zaman ini. Dari hasil wawancara dengan AKBP Warsinem (Kepala Subdit DIKYASA Ditlantas Polda Metro Jaya) pada 29 April 2014 hampir sebagian besar orang menaati peraturan lalulintas karena takut kepada polisi. Berikut salah satu pendapat beliau mengenai fenomena maraknya remaja yang terjaring pelanggaran lalulintas :
"Remaja Itu Bangga Kalo Lolos Dari Polisi. Melanggar Tapi Berhasil Ga Ditangkap Polisi Itu Sesuatu Yang Keren,"
Hal ini terjadi dikarenakan para remaja tidak terbiasa menaati peraturan lalulintas, akibat kurangnya pengawasan dan mencontoh perilaku tidak tertib orang tuanya. Mendapatkan SIM dengan jalur pintas saja sudah termasuk pelanggaran terhadap peraturan lalulintas. SIM yang diperoleh dengan mudah, tanpa perjuangan, membuat anak-anak tidak merasakan pentingnya SIM itu sendiri. Oleh karena itu, kami merasa para remaja laki-laki usia 15-20 tahun adalah sasaran yang paling tepat untuk dipersuasi, karena jenja ng usia tersebut adalah masa-masa anak ingin segera mandiri (dengan mengemudi sendiri) namun sesungguhnya masih membutuhkan bimbingan. Selain perlu dibimbing untuk berdisplin dalam berlalulintas, mereka juga patut dipersiapkan untuk mendapatkan pendidikan mengemudi yang baik agar terampil menghadapi situasi sebenarnya di jalan raya.


Salam,
Budi Sulistiyo Nugroho | Academic Evaluation-HSE
--------------------------------------------------------------------------------------
Kementerian ESDM - STEM Akamigas
Jl Gajah Mada No. 38 Cepu,
T +62 296 421897 ext. 178
F +62 296 425939


Esok adalah hadiah untuk bekerja dengan aman hari ini, keselamatan adalah gerbang kesuksesan karena keselamatan dan kesuksesan tidak dapat dipisahkan

No comments:

Post a Comment