Kebijakan Ergonomi Kedokteran Gigi

Kebijakan Ergonomi Kedokteran Gigi

Kasus tentang efektif
Kasus efektifitas erat kaitannya dengan minat saya K3 yaitu penggunaan kursi dokter gigi yang digunakan saat menangani pasien. Kursi yang digunakan oleh dokter gigi sebaiknya merupakan kursi yang dapat dinaikkan dan diturunkan untuk mempermudah akses dari dokter gigi untuk menjangkau mulut pasien. Selain itu, lampu yang ada pada dental chair pasien juga tidak boleh redup, agar dokter gigi dapat melihat keadaan rongga mulut pasien sehingga hasil juga maksimal. 

Kasus tentang efesiensi
a. Dalam kehidupan sehari-hari, contoh kasus mengenai efisiensi adalah saya yang lebih memilih melakukan scaling (pembersihan karang gigi) di koas kedokteran gigi. Mengapa saya katakan lebih efisien ? Hal ini dikarenakan biaya yang saya keluarkan untuk membersihkan karang gigi di koas kedokteran gigi lebih murah dibandingkan dengan dokter gigi. Dan menurut saya, hasil yang didapatkan membersihkan karang gigi di koas dengan di dokter gigi umum tidak jauh berbeda. Hal ini mungkin disebabkan karena mahasiswa koas kedokteran gigi yang men-scaling pasien, hasil scaling-nya masih diperiksa oleh dosennya

b. Kasus lain yang erat kaitannya dengan minat saya K3 adalah ergonomi kedokteran gigi. Peletakan alat yang diperlukan untuk kegiatan perawatan saluran akar gigi pada box-nya bukan pada bengkok. Alat-alat untuk perawatan saluran akar yang sangat kecil apabila dicampur peletakannya dengan instrumen diagnostik akan membuat bingung. Sehingga, untuk menghemat waktu, maka alat untuk perawatan saluran akar diletakkan pada box terbuka dan tidak tercampur dengan alat diagnostik.

By Damairia Hayu P.

No comments:

Post a Comment