Posyandu X di WKP Kadia Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Posyandu X di WKP Kadia Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang menjadi milik masyarakat dan menyatu dalam kehidupan dan budaya masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya serta kesehatan ibu dan anak pada khususnya. Sasaran utama kegiatan posyandu adalah balita dan orangtuanya, ibu hamil, ibu menyusui dan bayinya, serta wanita usia subur. Sedangkan yang bertindak sebagai pelaksana posyandu adalah kader. Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. 

Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Sehingga seorang kader posyandu harus mau bekerja secara sukarela dan ikhlas, mau dan sanggup melaksanakan kegiatan posyandu, serta mau dan sanggup menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan dan mengikuti kegiatan posyandu Hal ini berbeda dengan kasus di daerah saya, ada kader posyandu yang tujuan nya bukan ":sukarela" membantu proses kegiatan posyandu tapi karena mendengar bahwa ada "honor" bagi yang menjadi kader.  Motivasi  ini tentunya akan mempengaruhi kinerja sebagai kader karena jika "honor" tidak lancar dan dianggap kurang peran kader pasti akan acuh tak acuh sehingga hal ini juga yang akan mempengaruhi ketidakaktifan ibu-ibu dalam partisipasi di posyandu.

Posyandu dilaksanakan sebulan sekali mencakup  pelayanan masyarakat dengan system 5 meja yaitu meja 1  adalah pendaftaran balita, ibu hamil, ibu menyusui, meja 2 adalah penimbangan balita, meja 3 adalah pencatatan hasil penimbangan,  meja 4 adalah penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui, meja 5 adalah pelayanan kesehatan, KB, imunisasi dan pojok oralit tidak berjalan sepenuhnya karena ada 1 meja pelayanan yang sama sekali tidak dilaksanakan yaitu meja pelayanan "penyuluhan  dan pelayanan gizi bagi ibu dan balita" ini terjadi di beberapa wilayah kerja puskesmas,  hal ini menyebabkan terabaikannya ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis sehingga sangat wajar jika di daerah saya angka BBLR pada bayi sangat tinggi yang juga berdamnpak pada status gizi bayi.

By Riska Mayangsari

No comments:

Post a Comment