Program Penyemprotan / Fogging Sarang Nyamuk

Program Penyemprotan / Fogging Sarang Nyamuk

Upaya untuk menekan laju penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) salah satunya ditunjukan untuk mengurangi kepadatan vector DBD secara kimiawi yang dikenal dengan istilah pengasapan (fogging). Fogging adalah untuk membunuh sebagian besar vektor infeksi dengan cepat, sehingga rantai penularan dapat segera diputuskan. Program fogging dilakukan dengan dua cara, yaitu jumlah Penyemprotan pada tiap kasus DBD (Fogging Focus) dan penyemprotan pada daerah endemis (Fogging Massal).
1.      Dari segi efektifitas
Tujuan program adalah untuk menekan kepadatan vektor. Namun program ini dirasa kurang efektif karena foging hanya untuk membasmi nyamus aedes dewasa saja tidak termasuk larvanya. Pengasapan dengan malathion 4 persen dengan pelarut solar, hanya mampu membunuh nyamuk dewasa pada radius 100-200 meter dari jarak terbang nyamuk yang hanya efektif satu sampai dua hari saja. Sehingga upaya fogging tidak terlalu efektif untuk menekan laju penularan penyakit DBD di masyarakat. Pengendalian dengan cara fogging  tidak akan efektif apabila tidak diikuti dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) atau  dengan larvisida (membunuh stadium larva). Selain itu sudah banyak penelitian mengenai efek pencemaran lingkungan dan bahaya paparan malathion pada manusia.
2.      Dari segi efisiensi
Upaya fogging membutuhkan dana yang besar untuk operator alat, peralatan dan larutan pengencer dan insektisida yang digunakan. Di beberapa tempat Aedes sudah menunjukkan resistensi terhadap beberapa insektisida sehingga insektisida yang dipergunakan mesti diganti secara periodik untuk menghindari kekebalan (resistensi nyamuk aedes). Dan hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan sangat tidak efisien.

By Rian Uthami

No comments:

Post a Comment