Farm Size Efficiency, Food Security and Market Assisted Rural Land Reform in South Africa

Saya tertarik dengan artikel tersebut karena selain menarik, artikel ini juga berhubungan dengan tugas sebelumnya mengenai efisiensi diversifikasi pangan di beberapa negara. Artikel pertama membahas pengalaman Afrika Selatan sehubungan dengan efisiensi lahan pertanian, ketahanan pangan dan pasar Afrika Selatan. Situasi terkini di Afrika Selatan adalah diperukanya reformasi tanah sehingga naiknya gejolak pasar pertanian Afrika Selatan. Kemudian pemerintah negara setempat menyusun kebijakan untuk meningkatkan efisiensi lahan pertanian dengan cara mengatasi krisis urang, menurunkan harga pasar unruk mengatasi ketidakseimbangan di sektor pertanian, selain itu bermanfaat pula untuk meningkatkan lapangan kerja dengan biaya rendah. 
Pada artikel kedua disebutkan bahwa pertumbuhan pertanian di Cina telah dipercepat, namun sebagian besar pertumbuhan ini tidak didorong oleh peningkatan hasil pertanian per satuan luas. Produksi tanaman akan menjadi lebih sulit dengan perubahan iklim, kelangkaan sumber daya (misalnya tanah, air, energi, dan nutrisi) dan degradasi lingkungan (kualitas tanah misalnya menurun, emisi gas rumah kaca meningkat, dan eutrofikasi air permukaan). Untuk mendapatkan cara yang paling praktis untuk meningkatkan hasil, strategi jangka pendek yang dilakukan adalah aplikasi dan pemanfaatan teknologi pertanian yang ada dengan cara pengelolaan tanah dan agronomi dan perbaikan genetik. Dengan kedua cara diatas, peneliti mengklaim bahwa cara tersebut efisien karena akan menngurangi pemakaian air dalam pengairan lahan pertanian serta mengurangi pemakaian pupuk terutama pupuk nitrogen sehingga dapat mengurangi penurunan kerusakan lingkungan.

Daftar Pustaka :
Van Zyl, J. (2014). Farm size efficiency, food security and market assisted rural land reform in South Africa. Agrekon, 33(4), 156-164.
Fan, Mingsheng, et al. "Improving crop productivity and resource use efficiency to ensure food security and environmental quality in China." Journal of Experimental Botany (2011): err248.

By Izka Sofiyya W.

4 comments:

  1. Dua artikel itu tidak salah. Tetapi sebaiknya cari artikel dengan menentukan jurnal terlebih dulu. Browsing artikel di jurnal itu. Jadi sebenarnya kita mencari komunitas ahli sejenis kita dulu, baru kita memilih ahli yang menjadi idola kita. Artikel idola biasanya tidak akan jauh dari peneliti idola kita. Agriculture memang bagian dari gizi. Jika demikian, saudara sebaiknya berada di fakultas pertanian.. he he..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih pak untuk saranya, sebenarnya ada beberapa tema yang menarik dan sudah saya baca dari beberapa jurnal, namun saya memilih dua jurnal ini karena berhubungan dengan kebijakan mengenai diversifikasi pangan di Indonesia dan berkaitan erat dengan gizi

      Delete
  2. Soal efisiensi. Kita tunjukkan saja jika biaya produksi dari dua strategi itu lebih rendah dari program yang lain, maka dua strategi itu lebih efisien. Kalau strategi itu tidak hanya efisien. Jika keduanya juga mengurani kerusakan lingkungan, maka kita mengatakan juga efektif. Interesting juga artikel itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih pak, berdasarkan 2 artikel tersebut diketahui bahwa biaya produksi yang dikeluarkan baik dari biaya pemakaian pupuk, pembayaran karyawan, dll lebih rendah dibandingkan dengan program lain. Serta bersifat efektif karena dapat mengurangi kerusakan lahan pertanian dan kemandirian pangan

      Delete