Pada kesempatan ini, saya akan memberikan suatu contoh kebijakan dalam sisi efisiensinya dari kebijakan mengenai Diversifikasi Pangan Lokal terutama kebijakan mengenai penggantian makanan pokok berupa nasi menjadi bahan-bahan lokal seperti umbi-umbian.
Efisiensi adalah merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan . Menurut saya, kebijakan ini efisien karena pangan non-beras seperti umbi-umbian lebih mudah ditanam di Indonesia, lebih memberikan rasa yang lebih kenyang, penyajian yang lebih mudah, praktis, serta beragam sehingga harga per-unit hidang sangat murah.
Daftar Pustaka :
Zuraida, N., & Supriati, Y. (2001). Usahatani ubi jalar sebagai bahan pangan alternatif dan diversifikasi sumber karbohidrat. Buletin agrobio, 4(1), 13-23.
By Izka Sofiyya W.
Bandingkan biaya produksi dari penanaman ubi dibandingkan yang pangan yang berkepentingan. Jika lebih murah, yang lebih efisien. Ok.. Cuma persoalan kita biasanya juga mutu atau efektivitas. Yang efisien biasanya rendah efektivitasnya. Tetapi jika saudara bisa menunjukkan suatu itu efisien dan efektif, itu adalah hal luar biasa.
ReplyDeleteTerimakasih pak, menurut saya kebijakan ini merupakan kebijakan yang efisien, namun belum menjadi kebijakan yang efektif karena tujuan kebijakan ini belum tercapai yaitu kemandirian pangan secara nasional
ReplyDelete