Saya memilih artikel tersebut, karena ada beberapa hal yang menarik dalam upaya menurunkan kejadian TB dengan cara peningkatan Determinan sosial. Salah satu diantaranya adalah upaya untuk mendukung implementasi strategi DOTS dengan cara pencapaian pendidikan yang lebih tinggi. Terutama pendidikan non-formal, yang nantinya akan mengembangkan jiwa wirausaha yang mandiri, meningkatkan kompetensi untuk bekerja dalam bidang tertentu. Upaya peningkatan determinan sosial dalam penanggulangan tuberkulosis memerlukan dukungan upaya kesehatan lain di luar penanggulangan tuberkulosis, sector lain di luar kesehatan serta partisipasi masyarakat.
Upaya peningkatan pendidikan melalui pendidikan dan latihan kerja dapat dilakukan dengan dukungan Dinas Pendidikan. Selain itu, upaya peningkatan determinan sosial dalam penanggulangan tuberkulosis juga perlu mendapat dukungan dari pemerintah.Dukungan tersebut dapat dilakukan dengan lebih mengimplementasikan kebijakan penanggulangan tuberkulosis, khususnya yang berkaitan dengan salah satu tujuan The Stop Tuberculosis Strategy dalam mencapai MDGs. Dukungan juga dapat berupa pembangunan ekonomi dan kebijakan sosial yang memihak masyarakat miskin dan memperhatikan ketidaksamaan determinan sosial, penguatan sistem kesehatan dan manajemen pengendalian tuberkulosis serta komitmen pemerintah pusat dan daerah.
Daftar Pustaka :
Wardani, D. W. S. R. (2014). Peningkatan Determinan Sosial dalam
Menurunkan Kejadian Tuberkulosis Paru. Kesmas: Jurnal Kesehatan
Masyarakat Nasional, 9(1), 39-43.
No comments:
Post a Comment