Terimakasih bapak saya merasa sangat terbantu dengan mata kuliah yang bapak sajikan. bapak menjelaskannya dengan mengambil contoh yang nyata dan mudah untuk dibayangkan sehingga saya pun mudah untuk memahaminya. jujur saja sebelumnya saya merasa mata kuliah ini pasti akan sangat membosankan. Tapi setelah dipahami semua tidak seperti yang dibayangkan, ini sangat menarik bagaimana kebijakan yang rasional itu dibuat. Menilik dari masalah yang ada, mencari akar masalah, menentukan beberapa policy, kemudian memilih policy yang tepat dan melakukan implementasi berupa penegakan peraturan yang di wenangkan kepada elemen-elemen pemerintahan lain yang terkait. Tapi tidak hanya sampai disitu. Kebijakan yang rasional juga ternyata harus mempertimbangkan efektifitas, efisiensi, dan sustanebel. Efektif berarti bagaimana kebijakan ini dibuat dengan memperhatikan kebutuhan, melihat outcome dan harus spesifik. Efisiensi yang berarti dengan ongkos atau dana produksi yang minimal dapat mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan sustanebel jika bisa membuat sasaran atau konsumen merasa puas dan ikut terlibat dalam program yang di jalankan. Pikiran saya juga baru terbuka bahwa ternyata proses pembuatan kebijakan yang rasional ini juga bisa dipangkas rantai pembuatannya, meminimalisir pengeluaran dana dan waktu yang misalnya akan digunakan untuk memperkerjakan profesional-profesional handal dan sebagainya. Namun setelah mata saya terbuka dengan keadaan ini saya sedikit merasa kecewa dengan kebijakan yang sudah ada dijalankan tapi nanggung, juga kepada beberapa oknum-oknum yang bertanggung jawab di negara ini. Mereka sebenarnya bisa jika mereka mau menerapkan metode yang sudah ada dan berfikir lebih tajam lagi. Sayangnya oknum tersebut adalah manusia yang tidak bisa lepas dari khilaf salah dan dosa menghamba bagi uang dan menghambakan sesama. Berharap revolusi mental bisa di teruskan dan diperkuat hingga generasi mendatang agar hal serupa tak kembali menghampiri anak cucu.
2. Contoh program kebijakan impor garam
Kementrian perdagangan mengatur perizinan impor garam.
Hal ini menurut saya
Tidak efektif karena tidak tepat sasaran karena hanya melihat dari kebutuhan industri semata tanpa membuka lebih rinci keperluan garam tersebut. Memang dipaparkan garam konsumi dan garam industri memiliki perbedaan fungsional. Garam industri lebih untuk keperluan peningkatan produk industri makanan agar bisa menembus pasar dunia. Namun jika di lihat lagi garam industri ini malah akan berdampak buruk bagi masyarakat di zaman sekarang yang berpola konsumstif dan instan. Dilihat dari dampak kesehatan malah ini akan berdampak negatif pada kesehatan.
Tidak efisien karena dengan impor kita akan mengeluarkan uang yang lebih banyak dan malah menjatuhkan rupiah. Tapi belum tentu hasil industri makanan yang ada malah akan menguntungkan negara. Bisa dikatakan besar pasak dari pada tiang. Kita ngara kelautan mengapa harus mengimpor garam? Kita kaya akan sumber daya alam maupun manusia, kenapa tidak bekerja dan turun tangan meningkatkan kualitas garam kita? Berangkat dari fakta ini kiti bisa membuka lapangan pekerjaan baru seharusnya.
Tidak sustanebel karena tidak bisa diterima secara penuh oleh masyarakat, banyak yang menentang kebijakan ini. Kesejahteraan masyarakat yang menjadi landasan dasar UUD 1945 malah diabaikan, karena kesejahteraan ini harus merata dan menjamah warga miskin. Petani garam yang notabene hanya warga kecil dan miskin merasakan ketidakadilan di rugikan.
3. Artikel kesayangan
Jurnal manusia dan lingkungan
Pemanfaatan Sampah Untuk Mendukung Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Agroekosistem di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Artikel ini sangat menarik menurut saya karena saya pro lingkungan, bagaimana mensyukuri anugrah Tuhan secara langsung ketika berinteraksi dengan alam. Kita di berkahi hak penuh pada alam. Namun ulah manusia yang tidak menjaga keseimbangan alam lingkungannya menjadikannya rusak. Salah satu persoalan yang menjadikan lingkungan akhirnya berdampak buruk bagi kesehatan manusia adalah sampah, dan bagaimana sampah itu diperlakukan ; dibakar, dikubur dan dibuang pada tempat-tempat yang tidak tepat yang akhirnya menambah beban dampak kesehatan.
Artikel ini mengangkat bagaimana sampah itu dapat dimanfaatkan secara langsung dan terasa sangat mudah untuk dilakukan. Pemanfaatan sampah organik hasil aktifitas rumah tangga dapat dijadikan kompos yang kemudian dipakai untuk mendukung pertumbuhan dari tanaman obat keluarga yang dapat di budi daya dengan mudah pada pekarangan rumah. TOGA Kegunaan tanaman obat keluarga sudah sering digunakan sejak zaman dahulu sebagai obat alternatif penyembuhan penyakit, menambah stamina dan lain sebagainya. Saya tertarik dengan tanaman obat keluarga yang dihasilkan secara mandiri dengan kualitas yang kita tahu pasti bebas dari bahan berbahaya seperti pupuk kimia. Selain itu kita juga bisa mengembangkan usaha dari tindakan kecil ini. Tindakan yang di kembangkan dengan sungguh-sungguh, meluas dan mampu menaikan taraf ekonomi.
Secara umum artikel ini memberikan gambaran bagi saya bagaimana nantinya jika saya berhadapan dengan masyrakat dan langkah awal yang bisa saya lakukan untuk memeberdayakan masyrakat, meningkatkan keterampilan, sikap dan mental menuju ke arah yang lebih baik dalam hal pengelolaan lingkungan. Sampah dapat diubah dari dari benda yang tidak bermanfaat menjadi benda yang bermanfaat, namun untuk mewujudkannya diperlukan perubahan perilaku dalam menanganinya. Pemanfatan sampah bukan hanya menyangkut soal ekonomi, tetapi kesehatan, kemandirian, dan menjaga lingkungan tetap lestari.
No comments:
Post a Comment