Deteksi cepat dan efektif spora antraksdalam tanah dengan PCR ini sudah terbukti dapat mendeteksi spora Bacillus anthracis di Jepang dan kemudian dapat dilakukan penanganan yang tepat sehingga menyelamatkan hewan ternak dari bahaya spora Bacillus anthracis. Penerapannya ini memiliki dampak yang besar pada kemajuan surveilans epidemiologi.
Saya menyukai jurnal ini karena saya rasa sistem ini efektif diterapkan di Indonesia dalam pencegahan penyakit antraks khususnya deteksi dini spora
Bacillus anthracis yang tidak jauh berbeda dengan geografis di Jepang. Beberapa daerah di Indonesia masih terdapat kasus dan kematian akibat penyakit antraks baik pada hewan maupun manusia. Hal ini terjadi karena spora
Bacillus anthracis yang dapat menginfeksi tubuh melalui kulit, pencernaan dan pernafasan. Spora
Bacillus anthracis dapat bertahan hidup di tanah sekitar 60 tahun. Oleh sebab itu, sistem ini saya rasa efektif dalam mendeteksi spora
Bacillus anthracis sehingga di Indonesia bebas dari penyakit antraks.
Daftar Pustaka :
eun, H.I. et al., 2003. Rapid and effective detection of anthrax spores in soil by PCR. Journal of Applied Microbiology, 95(4), pp.728–733.
By Nasir Ahmad
No comments:
Post a Comment