Jurnal ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang disebut dengan kebijakan yang sempurna. Akan selalu ada celah dalam setiap kebijakan, selalu ada oknum-oknum yang memanfaatkan kelemahan kebijakan untuk mendapatkan keutungan sepihak.
China sebagai salah satu negara yang cukup lama menjalankan sistem asuransi kesehatan bagi masyarakatnya juga mengalami masalah ketidakefektifan dari kebijakan pembiayaan asuransi kesehatan, Hal ini terbukti dari kenaikan jumlah pembiayaan asuransi kesehatan meskipun telah dilakukan co-payment dengan berbagai perusahaan pemberi kerja. Kenaikan biaya ini tidak hanya dipengaruhi inflasi, namun lebih kepada faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan, seperti peningkatan kasus penyakit degeneratif yang merupakan dampak dari umur harapan hidup yang semakin meningkat sehubungan dengan meningkatnya derajat kesehatan.
Faktor lainnya yang sangat mempengaruhi tingginya pembiayaan asuransi kesehatan adalah kecurangan yang terjadi dikalangan provider pelayanan kesehatan. Melalui sistem asuransi kesehatan, pemerintah China memberikan kebijakan yang jelas dan mengikat tentang mekanisme pembayaran klaim asuransi kesehatan pada provider, namun disisi lain juga memberikan keleluasaan peningkatan jumlah tagihan pembayaran dari provider untuk penggunaan teknologi kedokteran tertentu dan obat-obatan. Celah ini lah yang kemudian digunakan oleh oknum pelayan kesehatan dengan memberikan pemeriksaan penunjang yang terkadang tidak diperlukan oleh pasien dan mengeluarkan resep yang banyak dalam rangka mendapatkan pembayaran yang lebih besar dari pemerintah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebutuhan tidak sejalan dengan layanan, dimana kebutuhan untuk memberikan akses pelayanan kesehatan yang fleksibel kepada masyarakatnya tidak didukung dengan layanan kesehatan yang berpihak pada kebutuhan pasien, dalam hal ini hanya berpihak pada keuntungan provider.
Daftar Pustaka :
Liu, X., & Hsiao, W. C. (1995). The cost escalation of social health insurance plans in China: its implication for public policy. Social science & medicine,41(8), 1095-1101.
Catatan : Komentar jurnal tentang efektivitas kebijakan kesehatan
By Fany Octari
By Fany Octari
No comments:
Post a Comment