Kebijakan Pembangunan Puskesmas Pembantu

Kebijakan Pembangunan Puskesmas Pembantu


Sasaran pembangunan kesehatan adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Salah satu strategi adalah dengan mendekatkan sarana pelayanan kesehatan kepada masyarakat yaitu dengan pembangunan pustu didaerah terpencil di seluruh Kabupaten / Kota.

Penyebab kegagalan kebijakan pembangunan puskesmas pembantu, yaitu:
1.      Pustu menelan biaya yang terlalu banyak tetapi jarang dipergunakan masyarakat.
2.      Bidan yang menjaga Pustu jarang berada di Pustu
3.      Lokasi pembangunan Pustu jauh dari pemukiman warga.
4.      Tenaga yang ada di Puskesmas kurang terampil
5.      Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Pustu dan lebih memilih berobat ke Puskesmas.
6.   Kurangnya pengawasan dari pemerintah sehingga bangunan kurang terawat dan petugasnya kurang disiplin.

Referensi:
·    Hanum, Z. (2015). PENGARUH MOTIVASI IBU TERHADAP KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS PEMBANTU DESA LANCOK-LANCOK KECAMATAN KUALA KABUPATEN BIREUEN. JURNAL KESEHATAN ALMUSLIM, 1(1).
· Luti, I., Hasanbasri, M., & Lazuardi, L. (2012). Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Sistem Rujukan Kesehatan Daerah Kepulauan di Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 1(01).
· Mangaro, E. (2013). KINERJA PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN LOLODA UTARA KABUPATEN HALMAHERA UTARA. JURNAL EKSEKUTIF, 2(1).

Catatan: Tulisan ini menggambarkan salah satu contoh kebijakan yang kurang efektif di daerah pada mata kuliah Kebijakan dan Manajemen Kesehatan.

By Sri Ayu Lestari

No comments:

Post a Comment