Pertama-tama saya ingin ucapkan terima kasih banyak karena saya sudah menerima mata kuliah dari bapak. Kedua saya sangat senang dengan cara mengajar bapak yang tidak menggunakan slide dalam pembelajaran tapi meggunakan metode visualisasi sehingga saya langsung dapat mengerti tanpa perlu lama untuk memikirkan dan membayangkan. Ketiga metode visulisasi dengan contoh real membut saya berpikir luas dan menyadari bahwa membuat kebijakan itu tidak semudah yang saya bayangkan tapi bagaimana kebijakan itu bisa berpihak seadil adilnya kepada masyarakat dan masyarakat bisa menerimanya.
Kempat terkait materi kuliah bapak tentang "penerapan kebijakan yang gagal karena tidak ada manajer dan pelaksana kebijakan yang korup" saya sangat setuju dengan hal ini karena beberapa pemangku kebijakan itu adalah jatah dari pemimpin daerah yang kurang paham dengan tugas fungsionalnya sehingga mereka tidak mengetahui apa yang harus di lakukan untuk mengatasi masalah di masyarakat dan apa yang di butuhkan masyarakat karena yang mereka inginkan adalah bagaimana meraup uang sebanyak-banyaknya.
Sebagai contoh di daerah saya pernah ada pimpinan dinas kesehatan yang berlatar pendidikan Sarjana Agama. Pimpinan tersebut sebelumnya tidak pernah terlibat aktif dalam dunia kesehatan sehingga penerapan kebijakannya terpaku pada kebijakan lama. Dalam hal ini pimpinan tersebut hanya menduduki jabatan tanpa ada program yang nyata yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan ini saya ingin bertanya, bagaimana tanggapan bapak terkait nasib sarjana muda yang juga akan terlibat dalam dunia birokrasi untuk mengatasi masalah seperti "system jatah" ?, kebanyakan para sarjana muda ketika berada di dunia birokrasi tidak di libatkan langsung dalam hal penangan masalah kesehatan karena di anggap belum punya pengalaman, bagaimana strategi para sarjana ini untuk mengatasi "stigma"tersebut?
Terima kasih. Wassalam.
By Riska Mayangsari
No comments:
Post a Comment