Retno Wulandari
Fogging Untuk Mencegah Penularan DBD
Masyarakat membutuhkan penularan DBD tidak terjadi dan layanan yang diberikan seperti kegiatan pengasapan / fogging di sekitar tempat tinggal dapat dilakukan secara berkala. Demam Berdarah Dengue (DBD) menjangkiti masyarakat pada musim pancaroba. Banyaknya penderita membuat masyarakat panik dan melaporkan kejadian ke petugas kesehatan. Petugas sudah memberikan sosialisasi kewaspadaan untuk mencegah penularan DBD dengan 3 M Plus. Menguras, menutup, dan mengubur, serta menghindarkan diri dari gigitan nyamuk adalah cara yang dinilai efektif untuk mencegahnya. Namun masyarakat lebih memilih fogging dilakukan di tempat tinggal mereka. Dengan fogging merasa puas dengan tebalnya asap yang menyelimuti lingkungan rumahnya.
Banyak diantara masyarakat kurang paham bahwa fogging hanyalah membunuh nyamuk dewasa saja, sedangkan jentik nyamuk dan sumber penularan lain tidak akan terputus. Kerugian lain dilakukannya fogging adalah: biaya mahal, polusi udara, asap yang berbahaya bagi manusia, nyamuk akan mengalami kekebalan terhadap jenis insektisida tertentu, dan merusak lingkungan. Dengan demikian fogging adalah salah satu contoh kegiatan yang tidak efektif untuk mengatasi penularan DBD.
Banyak diantara masyarakat kurang paham bahwa fogging hanyalah membunuh nyamuk dewasa saja, sedangkan jentik nyamuk dan sumber penularan lain tidak akan terputus. Kerugian lain dilakukannya fogging adalah: biaya mahal, polusi udara, asap yang berbahaya bagi manusia, nyamuk akan mengalami kekebalan terhadap jenis insektisida tertentu, dan merusak lingkungan. Dengan demikian fogging adalah salah satu contoh kegiatan yang tidak efektif untuk mengatasi penularan DBD.
Daftar Pustaka
Joharina, Arum Sih, and Widiarti Widiarti. "Kepadatan Larva Nyamuk Vektor sebagai Indikator Penularan Demam Berdarah Dengue di Daerah Endemis di Jawa Timur." Jurnal Vektor Penyakit 8.2 (2014).
No comments:
Post a Comment