Task 1. Komentar Tentang Mata Kuliah
Implementasi kebijakan merupakan proses yang mendapat perhatian serius. Suatu kebijakan dikatakan efektif dan efisien sangat bergantung pada bagaimana program atau kebijakan tersebut diimplementasikan. Penulis mempunyai pendapat yang sedikit berbeda tentang efektifitas dan efisiensi.
Pertama, suatu kebijakan dikatakan efektif apabila bisa menjawabi atau memecahkan masalah yang ada. Hal ini berkaitan dengan esensial dari tujuan kebijakan. Jadi terminology efektifitas kebijakan tidak hanya berhubungan dengan sesuai kebutuhan atau tidak tetapi, efektifitas kebijakan memberikan solusi yang berkualitas. Kedua, suatu kebijakan dikatakan efisiensi apabila kebijakan tersebut diimplementasikan sesuai dengan spec yang direncanakan, on budgeting dan on time. Jadi tidak semata-mata hanya berkaitan dengan ongkos produksi yang rendah saja. Terima kasih…..
Task 2. Contoh Kebijakan atau Program Kesehatan
a) Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
Program kesehatan yang dipilih adalah program Desa Siaga. Menurut SK Menkes No.574/SK/VIII/2006, elemen utama Desa Siaga adalah: pendirian Poskedes, enempatan tenaga profesional minimal bidan, pemberdayaan masyarakat dengan melatih kader Desa Siaga.
b) Tujuan Program
Tujuan umum yang akan dicapai oleh desa siaga adalah terwujudnya masyarakat desa yang sehat serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. Tujuan khusus meliputi: Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan, Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana, wabah, kegawatdaruratan dan sebagainya), Meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, Meningkatnya kesehatan lingkungan desa, Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan.
c) Efektif dan Efisiensi
Program Desa Siaga, menurut penulis belum efektif dan efisen karena berdasarkan data yang diperoleh pencapaian dari program tersebut belum sesuai dengan target cakupan yang ditentukan.
Tabel 1. Pencapaian Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat
|
No
|
Item
|
Cakupan (%) dan Jumlah
|
Target (2014)
| |||
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
| |||
|
1
|
PHBS
|
50,1 %
|
53,9 %
|
56,5 %
|
55,0 %
|
70 %
|
|
2
|
Desa Siaga (aktif)
|
16 %
|
32,3 %
|
65,3 %
|
67,1 %
|
70 %
|
|
3
|
Poskesdes
|
52.279
|
52.850
|
54.142
|
54.731
|
58.500
|
Sumber : Data Skunder, 2015
Dari pencapaian tersebut jelas bahwa masih terdapat sekitar 45% rumah tangga yang belum mempraktikkan PHBS, sekitar 30% desa siaga belum aktif, dan sekitar 13.500 buah (18,75%) poskesdes belum beroperasi (diasumsikan terdapat 72.000 buah Poskesdes). Telah terjadi perubahan yang cukup besar pada anggota rumah tangga ≥10 tahun yang berperilaku benar dalam buang air besar, yakni dari 71,1% pada tahun 2007 menjadi 82,6% pada tahun 2013. Namun ini berarti bahwa masih ada sekitar 17,4% anggota rumah tangga ≥10 tahun yang berperilaku tidak benar dalam buang air besar.
Kesimpulan
Berdasarkan data tersebut, pencapain tujuan program Desa Siaga tentunya masih belum sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini disebabkan oleh minimnya upaya promosi dalam rangka memampukan masyarakat untuk bertanggungjawab terhadap kesehatan mereka sendiri, jumlah tenaga promosi kesehatan masih sangat rendah, komitmen penguatan implementasi program pada tingkat daerah masih kurang dan factor social ekonomi yang ada di tengah masyarakat.
Task 3. Artikel Implementasi Kebijakan Kesehatan
Title : Policy Dilemmas in Latino Health Care and Implementation of the Affordable Care Act
Authors : Alexander N. Ortega, Hector P. Rodriguez, and Arturo Vargas Bustamante
Published : 18-03-2015
Artikel ini memuat empat isu terkini tentang dilematis yang terjadi pada implementasi kebijakan ACA yaitu : (a) the need to extend coverage to the undocumented; (b) the growth of Latino populations in states with limited insurance expansion; (c ) demands on public and private systems of care; and (d ) the need to increase the number of Latino physicians while increasing the direct patient-care responsibilities of nonphysician Latino health care workers.
Saya sangat menyukai artikel ini karena artikel ini membahas bagaimana sebuah program atau kebijakan itu ternyata sarat dengan muatan politik, migrasi penduduk dan rasis. Faktor rasisme dan migrasi penduduk tidak hanya menjadi permasalahan social tetapi juga sangat berpengaruh terhadap implementasi kebijakan pelayanan kesehatn di suatu Negara atau daerah.Pemerintah menjadi dilematis ketika dihadapkan dengan kondisi rasis yang riskan dan mobilisasi penduduk yang besar. Perlu ada pengkajian yang lebih cermat dan teliti berkaitan dengan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
Referensi :
Departemen Kesehatan RI. 2008. Pedoman Pengembangan Model Operasional Desa Siaga. Depkes. Jakarta.
Kaluzny. D. A. 2005. Essentials of Heath Care Management. Delmar Publishers : New York.
No comments:
Post a Comment