Mengapa saya meminta mahasiswa bercerita tentang pengalaman mereka tentang topik pelajaran kita?

Pertama, saya mengharapkan pelajaran-pelajaran atau artikel yang mereka baca memiliki connection dengan realitas kehidupan kita. Jika kita bisa menulis pengalaman atau hasil observasi terhadap lingkungan kita, maka hal itu akan membuat kita makin tajam dalam memahami sesuatu hal. Ketika kita menulis sesuatu, proses berpkir kita akan mengeksplorasi dan mengkaitkan sesuatu dengan yang lain. Kita akan makin memahami apa yang kita pelajari. Kita akan makin memahami apa yang kita lihat dan alami.

Kedua, saya mengharapkan mahasiswa belajar menulis dengan benar. Hidup di perguruan tinggi adalah tentang menulis, tentang membangun pikiran. Menulis adalah cara menyajikan pikiran dalam bentuk tertulis, yang menjadi ciri utama dalam dunia akademis. Meskipun tidak semua mahasiswa yang belajar di S2 akan menjadi akademisi, saya meminta mereka belajar menulis. Dengan demikian, mereka jangan-jangan memiliki keterampilan yang bagus dan dapat dikembangkan. Jika mereka tidak berlatih, tidak pernah ada yang tahu bahwa mereka memiliki bakat dan keterampilan yang bagus dalam berpikir. Menulis makin penting jika mereka yang akan merencanakan sekolah lebih tinggi.

Silakan perbaiki tulisan saudara dalam bebebarapa versi. Tulis kembali pikiran dalam tulisan pertama saudara (meskipun hanya seratus kata). Perjelas kalimat dan gunakan kata-kata yang kuat dan yang tegas. Tulis beberapa versi perbaikan. Kirim perbaikan-perbaikan itu dalam "komentar" terhadap tulisan saudara itu. Jika perlu buat versi tulisan saudara itu dalam bahasa Inggris, dengan meminta bantuan Google translation. Perbaiki lagi translation itu sehingga akhirnya saudara benar-benar bisa menulis dalam bahasa Inggris.

No comments:

Post a Comment