KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Nama : Imam Abrori
Minat : FETP
NIM : 15/388126/PKU/15348
1. Bagaimana menurut saudara mengenai materi kebijakan kesehatan?
Menurut saya, baik kuliah maupun materi kebijakan kesehatan sangat menarik, hal ini dikarenakan sektor kesehatan mempunyai peran yang sangat penting, disamping banyak menyerap sumber daya, sektor kesehatan seperti pembangkit perekonomian, melalui inovasi dan investasi di bidang teknologi medis atau produksi dan penjualan obat-obatan, atau dengan menjamin populasi yang sehat dan produktif secara ekonomi. Karena pengambilan keputusan kesehatan berkaitan dengan kematian dan keselamatan, sehingga kesehatan diletakkan dalam kedudukan yang lebih istimewa dibanding dengan masalah sosial lainnya.
Kesehatan juga dipengaruhi sejumlah keputusan yang tidak ada kaitannya dengan layanan kesehatan, seperti: kemiskinan yang mempengaruhi kesehatan, sama halnya dengan polusi, atau sanitasi yang buruk. Demikian pula dengan kebijakan ekonomi, seperti pajak rokok, atau alkohol yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat.
Memahami bahwa hubungan antara kebijakan kesehatan dan kesehatan itu sendiri sangat penting sehingga memungkinkan untuk penyelesaian masalah kesehatan utama yang terjadi pada saat ini, sekaligus memahami bagaimana perekonomian dan kebijakan lain berimplikasi pada kesehatan. Kebijakan kesehatan dapat memberi arahan dalam pemilihan teknologi kesehatan yang akan dikembangan dan digunakan, mengelola dan membiayai layanan kesehatan serta memberikan jenis tindakan kebijakan apakah yang tepat untuk menyelesaikan suatu masalah. Memberikan kepastian dengan memberikan kebijakan/keputusan yang sesuai atas suatu masalah yang awalnya tidak pasti. Dan analisis kebijakan kesehatan juga menelaah fakta-fakta yang muncul kemudian akibat dari produk kebijakan yang telah diputuskan atau diundangkan.
2. Contoh program kesehatan yang efektif/tidak efektif atau efisien/tidak efisien, atau sustainable.
Kebijakan Pembatasan Usia Mobil di DKI (terutama mobil pribadi) menurut saya adalah kebijakan yang tidak efektif. Seharusnya sebelum melakukan kebijakan pada pembatasan usia mobil, Pemprov seharusnya fokus pembenahan fasilitas tranportasi dahulu baru kemudian 'memaksa' masyarakat untuk tidak memakai kendaraan pribadi.
Saat ini kondisi tranportasi di DKI Jakarta belum ideal, mulai faktor keamanan, kenyaman dan ketepatan waktu tiba belum ada di transportasi DKI Jakarta. Kaitanya dengan ketepatan waktu tiba, solusi idealnya yakni alat transportasi yang ada di revitalisasi. Alat transportasi umum seperti Kopaja, angkot dan Trans Jakarta dibenahi dulu mulai faktor keamanan, kenyaman dan juga ketepatan waktunya. Jika ini diterapkan masyarakat tanpa perlu dipaksa akan sukarela berpindah ke transportasi publik. Untuk itu Pemprov DKI Jakarta harus memberi solusi terlebih dahulu barulah memaksa dan membatasi penggunaan kendaraan pribadi.
3. Contoh Jurnal yang kaitannya dengan efektivitas yang berkaitan dengan peminatan (FETP).
Jurnal tentang: STUDI EFEKTIVITAS PENERAPAN KEBIJAKAN PERDA KOTA TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DALAM UPAYA MENURUNKAN PEROKOK AKTIF DI SUMATERA BARAT TAHUN 2013.
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kebijakan Perda Kota tentang KTR dalam upaya menurunkan perokok aktif belum efektif karena tanpa adanya komitmen dan dukungan dari semua pihak sehingga perda tersebut masih sulit untuk diterapkan. Selain dukungan semua pihak, tidak kalah penting juga harus mengetahui karakteristik sasaran (perokok) guna menemukan cara yang paling tepat untuk mengurangi bahkan menghentikan sasaran (perokok) untuk berhenti merokok.
Sosialisasi mengenai dampak merokok dan juga mengenai perda ke masyarakat harus dilakukan secara intensif dengan memanfaat kan sarana dan prasarana seperi media promkes (baliho, spanduk, stiker, billboard dll), selain itu adanya area khusus merokok harus disediakan supaya sasaran (perokok) tidak merokok disembarang tempat terutama tempat-tempat umum. Dukungan dana/anggaran juga menjadi salah satu yang vital dalam penerapan kebijakan (perda) tersebut. Adanya penegakan sanksi yang tegas akan menjadi alat yang ampuh guna efektivitas kebijakan tersebut.
No comments:
Post a Comment