Mencermati Program Desa Siaga

Mencermati Program Desa Siaga
Sedari awal diperkenalkan pada tahun 2006, saya termasuk orang yang pesimis program ini akan berhasil dalam mencapai tujuannya. Melihat indikator output dan outcome begitu banyaknya yang ingin di capai (UKBM, KIA, gizi balita, imunisasi, surveilan, pemberdayaan masyarakat, promosi kesesehatan, PHBS, kedaruratan bencana). target Kemenkes RI di tahun 2015 ini 80% desa dan kelurahan di Indonesia telah menjadi desa dan kelurahan aktif.
Dan pelaksanaan di desa di bebankan di pundak bidan desa, dimana bidan desa sendiri sudah banyak target kinerja bidan yang harus dikerjakan (kelas ibu hamil, cakupan ibu hamil yang diperiksa, cakupan pertolongan melahirkan di bidan/nakes, Cakupan perawatan neonatus, imunisasi, rujukan dll). Dengan tugas ini jika di lakukan dengan baik sudah kerepotan. Ditambah target desa siaga seperti di atas.
Hasil monitoring dan evaluasi program desa siaga di kabupaten saya target 80% itu masih jauh untuk di raih dan saya berkeyakinan bahwa program ini tidak efektif dan tidak efisien.

By Erdius

No comments:

Post a Comment