ANNA DWIANA KESLING TUGAS KMPK 1




1.      Menurut saya mata kuliah umum yang diberikan seperti kebijakan dan manajemen kesehatan sangatlah perlu bagi mahasiswa dan mahasiswi kesehatan masyarakat, karena seorang ahli kesehatan masyarakat tentu tidak terlepas dari yang namanya kebijakan-kebijakan kesehatan yang ada baik itu mereka yang telah bekerja di birokrasi pemerintah, perusahaan swasta dan sebagainya yang bergerak pada bidang kesehatan, sehingga untuk dapat berperan aktif dalam sebuah kebijakan dan mampu manajemen dengan baik, sangatlah dibutuhkan skill yang baik pula, sebab dalam menjalankan sebuah program kita difokuskan tidak semata-mata pada bagaimana program itu dapat dilaksanakan namun kita harus mengetahui pula apakah program yang dibuat adalah benar-benar yang sangat fital atau dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga hal ini tentu sangat berkaitan erat dengan keahlian dalam manajemen yang baik. 
2.       Dalam pengalaman saya selama melakukan penyuluhan maupun praktek belajar lapangan, banyak hal yang saya temui dalam sebuah kebijakan program yang dibuat oleh pemerintah daerah maupun kota yang menurut saya sangatlah tidak efektif dan efisien, salah satu contohnya adalah program pemerintah yang dilakukan pada daerah pemukiman masyarakat pesisir di sebuah pulau bernama Saponda yang terletak di provinsi Sulawesi Tenggara,dimana salah satu program yang dibuat adalah pengadaan tempat penampungan air bersih. Alasan yang mendasari dibuatnya program ini yaitu susahnya masyarakat setempat untuk memperoleh air bersih dan tidak adanya penampungan yang cukup. Sehingga dilaksanakanlah pembuatan tower-tower penampungan air pada beberapa titik yang ada di pulau tersebut, namun beberapa tahun kemudian hal yang terjadi justru semakin mendatangkan masalah baru sebab tower yang dijadikan tempat untuk penampungan air tersebut tidak digunakan lagi oleh masyarakat, bahkan dibiarkan begitu saja dan yang lebih parahnya tower tersebut menjadi tempat bersarangnya nyamuk.
Dari keadaan tersebut saya berpendapat bahwa program yang dibuat tidak efektif karena tidak berdampak baik untuk masyarakat bahkan sebaliknya justru membuat masalah baru yang bisa saja tower yang tidak digunakan menjadi sarang nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit malaria atau DBD dan tentunya akan menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat setempat, selain itu progam tersebut tidaklah efisien sebab anggaran yang dikeluarkan untuk pembuatan tower tersebut memakan biaya produksi yang tidaklah sedikit, dan tentunya sangatlah disayangkan bahwa dengan anggaran besar yang dikeluarkan untuk membuat program tersebut justru hanya sia-sia dan tak berjalan sebagaimana mestinya. Menurut saya hal yang kurang diperhatikan oleh pemerintah adalah bagaimana cara mensosialisasikan program yang akan dibuat kepada masyarakat, dan seharusnya keterlibatan dari semua elemen masyarakat yang ada di pulau tersebut harus diikut sertakan, sehingga tidak asal membuat program saja akan tetapi masyarakat juga harus mengetahui cara mengoperasikannya, merawatnya, dan sebagainya apalagi kita ketahui bahwa sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah pesisir khususnya pulau Saponda memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan kondisi ekonomi menengah kebawah sehingga hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap program yang dibuat. Sehingga menurut saya hal yang seharusnya dilakukan adalah bagi para pengambil kebijakan haruslah memiliki kemampuan manajemen yang baik karena seorang pengambil kebijakan tidak hanya terpusat pada pembuatan program sebanyak-banyaknya namun bagaimana cara agar program tersebut dapat dilaksanakan secara baik dan tentunya harus efektif dan efisien.
3.      Artikel : Selective primary health care an interim strategy for disease control in developing countries. (http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0160799580900349)
Alasan saya menyukai artikel ini karena di dalamnya memuat  strategi dalam menanggulangi berbagai macam kasus penyakit yang ada di negara-negara berkembang dengan biaya intervensi medis yang terjangkau, dengan adanya program perawatan kesehatan primer selektif, di harapkan dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Salah satu contoh intervensi yang dilakukan adalah seperti dorongan untuk menyusui dari ibu seperti ASI Ekslusif, yang tentunya sangatlah efektif dan efisien, selain itu intervensi dilakukan berdasakan kebutuhan dan perkembangan pada negara-negara berkembang.

No comments:

Post a Comment