Jurnal Social Movement

ARTIKEL KESAYANGAN

 
Tety M. Laitupa (MKO)

Massie, R. G. (2012). STIGMA AND DISCRIMINATION AMONG THE PERSONS LIVING WITH HIV/AIDS: PUBLIC SECTOR AND COMMUNITY PERSPECTIVE'S IN BITUNG MUNICIPALITY NORTH SULAWESI. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15(1 Jan).
Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) sering mendapatkan perlakuan berbeda karena masyarakat berpikir akan menulari lingkungannnya. Misalnya, dalam keluarga mereka harus makan dengan piring, sendok dan gelas khusus, di desanya mereka tidak boleh menyentuh barang-barang yang banyak digunakan orang banyak, dan sebaginya. Hal ini memposisikan penderita HIV/AIDS semakin merasa beda, yang seharusnya mendapat dukungan lingkungannya untuk terus berjuang hidup.
Dengan adanya prasangka dan stereotip, penderita HIV/AIDS akan semakin menderita dan menyembunyikan diri. Dalam berperang melawan HIV/AIDS sebagai penyakit medis, kita juga harus menyembuhkan masyarakat kita yang terkena penyakit sosial tersebut. Untuk itu harus ada suatu kebijakan public yang diambil untuk mengatasi masalah sosial tersebut. Dengan adanya suatu gerakan sosial yang diambil dapat membawa perubahan perilaku masyarakat kita terhadap ODHA.

Jurnal Social Movement

ARTIKEL KESAYANGAN
 
Massie, R. G. (2012). STIGMA AND DISCRIMINATION AMONG THE PERSONS LIVING WITH HIV/AIDS: PUBLIC SECTOR AND COMMUNITY PERSPECTIVE'S IN BITUNG MUNICIPALITY NORTH SULAWESI. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15(1 Jan).

Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) sering mendapatkan perlakuan berbeda karena masyarakat berpikir akan menulari lingkungannnya. Misalnya, dalam keluarga mereka harus makan dengan piring, sendok dan gelas khusus, di desanya mereka tidak boleh menyentuh barang-barang yang banyak digunakan orang banyak, dan sebaginya. Hal ini memposisikan penderita HIV/AIDS semakin merasa beda, yang seharusnya mendapat dukungan lingkungannya untuk terus berjuang hidup.
Dengan adanya prasangka dan stereotip, penderita HIV/AIDS akan semakin menderita dan menyembunyikan diri. Dalam berperang melawan HIV/AIDS sebagai penyakit medis, kita juga harus menyembuhkan masyarakat kita yang terkena penyakit sosial tersebut. Untuk itu harus ada suatu kebijakan public yang diambil untuk mengatasi masalah sosial tersebut. Dengan adanya suatu gerakan sosial yang diambil dapat membawa perubahan perilaku masyarakat kita terhadap ODHA.

Hardiman KPMAK

Tugas Artikel Social Movement :

Synthesizing qualitative and quantitative evidence on non-financial access barriers: implications for assessment at the district level

                                          

Jurnal ini membahas tentang tantangan yang muncul dalam upaya pencapaian Universal Health Coverage (UHC) yaitu upaya untuk memastikan akses terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan untuk semua orang dimana faktor penghalang dalam mengakses pelayanan kesehatan dapat muncul dari banyak sisi.

Banyak studi dan penelitian yang membahas tentang tantangan maupun hambatan dalam pencapaian Universal Health Coverage dari sisi pembiayaan dan pengembangan infrastruktur serta penyediaan sarana dan prasarana namun kita tidak bisa melupakan tantangan dari sisi lain yang juga penting dalam upaya pencapaian UHC. Salah satu tantangan yang muncul dalam mengakses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan adalah tantangan dari sisi sosial.

Perjalanan untuk mengakses pelayanan kesehatan tidak hanya mendapat hambatan dari kondisi geografi namun dari sisi pergerakan sosial, salah satu temuan di Bangladesh menunjukkan bahwa kondisi sosial yang merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat tidak memungkinkan seorang wanita untuk bepergian seorang diri dalam mengakses pelayanan kesehatan tetapi harus ada seorang kerabat laki-laki yang menemani, sehingga apabila seorang wanita membutuhkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan namun tidak ada kerabat laki-laki yang dapat menemani ke fasilitas kesehatan, wanita tersebut tidak akan dapat mengakses layanan kesehatan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun semua komponen pembiayaan dan faktor fisik seperti sarana dan prasarana transportasi, pembiayaan kesehatan, fasilitas kesehatan telah disediakan, namun kondisi sosial berupa budaya perilaku yang sudah terbentuk dan ditentukan lebih didahulukan. Dengan kata lain, pasien tidak hanya menghadapi hambatan berupa jarak secara geografis antara mereka dengan fasilitas kesehatan namun terhambat pula oleh jarak sosial dalam mengakses fasilitas pelayanan kesehatan sehingga dibutuhkan social movement dalam mengatasi jarak sosial yang terbentuk tersebut.

 

Referensi :

O'Connell, T. S., Bedford, K. J. A., Thiede, M., & McIntyre, D. (2015). Synthesizing qualitative and quantitative evidence on non-financial access barriers: implications for assessment at the district level. International journal for equity in health, 14(1), 54.

FW: HPM Renewing Organization III Artikel - Daniel C.A.N. (SIMKES)

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 


From: Daniel Chris
Sent: Sunday, December 13, 2015 10:46 PM
To: mhasanbasri.542906@blogger.com
Subject: HPM Renewing Organization III Artikel - Daniel C.A.N. (SIMKES)

 

 

Artikel : Tallia, A.F. and Howard, J., 2012. An academic health center sees both challenges and enabling forces as it creates an accountable care organization. Health Affairs, 31(11), pp.2388-2394.

 

Pada artikel ini dibahas tentang bagaimana sebuah pusat kesehatan berbasis akademis menyesuaikan diri terhadap perubahan sistem pembiayaan kesehatan di Amerika Serikat. Dalam adaptasinya, pusat kesehatan ini perlu melakukan 3 langkah, yaitu mempersiapkan anggota rumah sakit sebagai sebuah tim layanan kohesif dan terintegrasi, mendiskusikan model bisnis dengan stakeholder terkait, dan implementasi perubahan. Masalah yang dapat dijumpai dalam perubahan pola organisasi ini adalah kompleksitas untuk mencapai kerja sama yang baik antara pemberi layanan, penjamin asuransi dan pasien, adanya peraturan ketidakpercayaan dan skeptisme mengenai perubahan sistem kesehatan. Apabila sebuah pusat kesehatan ingin mencapai keberhasilan dalam perubahan sistem kesehatan, maka mereka harus mengembangkan struktur organisasi yang mendemonstrasikan dan terus mengembangkan kualitas tetapi terus menjaga harga pelayanan. Mereka juga harus menjaga supaya tetap bisa bersaing dalam lingkungan pelayanan kesehatan. 

 

 

FW: HPM Renewing Organization II Contoh Kasus - Daniel C.A.N (SIMKES)

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 


From: Daniel Chris
Sent: Sunday, December 13, 2015 10:43 PM
To: mhasanbasri.542906@blogger.com
Subject: HPM Renewing Organization II Contoh Kasus - Daniel C.A.N (SIMKES)

 

Selama saya bekerja, saya belum pernah mengalami restrukturisasi organisasi di tempat saya bekerja.

Di tempat saya bekerja memiliki struktur seperti organisasi birokrasi mesin, dimana atasan memerintah bawahan dan tenaga pemberi layanan meniti karir dari pelaksana hingga menjadi atasan. Tetapi secara fungsional, tenaga pemberi layanan bekerja dengan tugas yang berbeda sesuai dengan layanan yang dibutuhkan. Perlu diadakan evaluasi untuk mengetahui apakah tipe organisasi seperti ini bisa memberikan layanan optimal atau membutuhkan pembaharuan.

 

FW: HPM Renewing Organization II Contoh Kasus - Daniel C.A.N (SIMKES)

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 


From: Daniel Chris
Sent: Sunday, December 13, 2015 10:43 PM
To: mhasanbasri.542906@blogger.com
Subject: HPM Renewing Organization II Contoh Kasus - Daniel C.A.N (SIMKES)

 

Selama saya bekerja, saya belum pernah mengalami restrukturisasi organisasi di tempat saya bekerja.

Di tempat saya bekerja memiliki struktur seperti organisasi birokrasi mesin, dimana atasan memerintah bawahan dan tenaga pemberi layanan meniti karir dari pelaksana hingga menjadi atasan. Tetapi secara fungsional, tenaga pemberi layanan bekerja dengan tugas yang berbeda sesuai dengan layanan yang dibutuhkan. Perlu diadakan evaluasi untuk mengetahui apakah tipe organisasi seperti ini bisa memberikan layanan optimal atau membutuhkan pembaharuan.

 

FW: HPM Renewing Organization I Tanggapan Kuliah - Daniel C.A.N (SIMKES)

 

 

Sent from Mail for Windows 10

 


From: Daniel Chris
Sent: Sunday, December 13, 2015 10:39 PM
To: mhasanbasri.542906@blogger.com
Subject: HPM Renewing Organization I Tanggapan Kuliah - Daniel C.A.N (SIMKES)

 

 

Kuliah renewing organization yang diberikan oleh dr. Mubasysyr sepertinya sedikit berbeda dengan materi yang dicantumkan di blog HPM Renewing Organization. Baik apa yang disampaikan saat kuliah dan yang tercantum di blog sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Hanya dari pengalaman saya, banyak organisasi yang berbentuk fleksibel, gabungan dari organisasi mesin dan matriks. Apakah dengan konsep organisasi 'campuran' seperti ini bias lebih baik dibandingkan konsep mesin atau matriks?