Mochamad Davin A. SIMES 2015

Contoh Desain Program yang Lebih Efektif.

 

Program Pengembangan Grand Design

Sistem Informasi Manajemen Kesehatan di Indonesia

 

Salah satu permasalahan di bidang Kesehatan yang ada di Indonesia adalah belum adanya Grand Design dan Standarisasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan. Adanya Grand Design dan Standarisasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan ini diharapkan dapat mengintegrasikan sistem informasi yang sudah dikembangkan oleh masing-masing bidang yang ada di tingkat kementrian kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten serta sampai ke tingkat pelayanan kesehatan dasar, baik milik pemerintah maupun milik swasta. Ide Grand Design ini dilatarbelakangi adanya fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa belum adanya kebijakan tentang standar pelayanan bidang kesehatan (termasuk mengenai data dan informasi) mengakibatkan persepsi masing-masing pemerintah daerah berbeda-beda. Lebih lanjut, perbedaan persepsi ini mengakibatkan hampir di setiap daerah pada akhirnya mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Kesehatannya sendiri yang mereka sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sehingga muncul banyak varian ataupun versi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Daerah. Akibatnya, informasi yang tersedia masih terfragmentasi dan mengakibatkan kelengkapan data menjadi lemah yang dapat berdampak pada pengambilan keputusan dan kebijakan yang tidak tepat sesuai dengan harapan. Hal semacam ini bisa terjadi, salah satunya, disebabkan oleh adanya penerapan kebijakan desentralisasi. Dengan adanya desentralisasi, pengembangan sistem informasi kesehatan daerah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di Daerah masing-masing. Sementara itu, Kementrian Kesehatan sebenarnya telah mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan yang bernama Sikda Generik yang bisa digunakan di tingkat Propinsi maupun daerah. Aplikasi ini terus mengalami upgrade dan pengembangan. Sikda Generik sendiri dikembangkan oleh Pusdatin Kementrian Kesehatan.

Lebih lanjut, dampak dari adanya perbedaan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan  yang di implementasikan di masing-masing daerah diatas menjadi semakin rumit ketika tetiba  ada kebijakan harus diterapkannya Aplikasi JKN yang bernama p-care di setiap unit pelayanan kesehatan. Aplikasi p-care ini dimiliki dan dikembangkan oleh BPJS.  Penerapan Aplikasi JKN yang dimiliki oleh BPJS ini ternyata memunculkan beberapa masalah di lapangan. Salah satunya adalah terjadinya duplikasi entri data sosial pasien dan data medis pasien yang pada akhirnya memperlambat pelayanan di fasilitas kesehatan dikarenakan petugas kesehatan harus mengentri data pasien ke dalam dua Aplikasi yang berbeda yaitu Aplikasi Daerah dan Aplikasi JKN.

Menyadari kondisi ini, aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan yang ada di semua pelayanan kesehatan Daerah diharapkan dapat bersinergi dan terintergrasi dengan aplikasi yang ada di tingkat Pusat, yang ada di Kementrian Kesehatan. Sebagai konsekwensinya, dibutuhkan suatu Program Pengembangan Grand Design Sistem Informasi Manajemen Kesehatan di Indonesia yang dapat menyatukan semua aplikasi yang sudah ada demi mendapatkan informasi yang komprehensif dan dapat berdampak pada terciptanya pengambilan keputusan yang efektif dan efisien. Lebih lanjut, sebagai follow-upnya, diperlukan juga pembuatan regulasi aturan-aturan yang dapat memperkuat dan mempercepat proses implementasi pengintregasian antar aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan yang sudah ada.

 

By : Mochamad Davin Askarudin (SIMKES 2015)

 

Referensi:

http://www.aplikasi-puskesmas.com

http://sikda.depkes.go.id/?p=67

https://bridgingsystem.wordpress.com/

Media Informasi Resmi BPJS Kesehatan. INFOBPJS KESEHATAN. Bridging System Perpendek Antrean Pelayanan INFOBPJS Kesehatan. Edisi X Tahun 2014.

 

Catatan:

Tulisan ini dibuat sebagai tugas Mata Kuliah Kebijakan dan Manajeman Pelayanan Kesehatan Pertemuan Ke 10: "Pembaharuan dalam Organisasi" dngan Dosen Pengampu Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA. pada Program Studi IKM FK UGM Semester 1 Tahun 2015.

 

No comments:

Post a Comment