FARIDZ RAMADAN SIMKES 2015

FARIDZ RAMADAN SIMKES 2015

RENEWING ORGANITATIONS DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN

 

 Era globalisasi yang mendunia menyebabkan perubahan yang begitu cepat baik dalam produk baru, pasar baru, cara berpikir dan kompetensi baru serta teknologi baru. Perubahan tersebut dapat menjadi peluang dan/atau tantangan dalam menghadapi persaingan. Perubahan terjadi juga pada organisasi pemerintah (Public Service) diantaranya Badab Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, dan yang lebih diutamakan adalah perubahan STAN menjadi lembaga pendikan tinggi yang terakreditasi oleh Kementrian Pendididkan. Agar tetap survive organisasi/perusahaan dituntut untuk cepat dan tanggap dalam menghadapi lingkungan yang begitu dinamis. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ulrich (1997) yang menjelaskan bahwa organisasi dituntut membangun kapabilitas yang baru berupa globalisasi, profitabilitas melalui pertumbuhan, modal intellectual, teknologi dan manajemen perubahan.

"Perubahan", dalam arti luas, adalah respon yang direncanakan atau tidak direncanakan untukmenghadapi tekanan dan membangun kekuatan. Kekuatan teknologi, ekonomi, sosial dan politik telah menyebabkan organisasi memodifikasi pekerjaan selama beberapa dekade. Hal Ini akan menjaditidak realistis untuk menunjukkan adanya kesepakatan universal tentang besarnya, jangka waktu,dan implikasi dari kekuatan ini (Kumar,2003:5).

Perubahan yang direncanakan adalah kegiatan perubahan yang disengaja dan berorientasi tujuan. Sementara perubahan yang tidak direncanakan adalah kegiatan perubahan yang tidak disengaja dan sifatnya hanya kebetulan saja. Untuk menghadapi perubahan yang tidak direncanakan tersebut organisasi membutuhkan fleksibilitas yang luar biasa dan kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan (Robin, 2003:347). Perubahan lingkungan bisnisau di lingkungan kediklatan yang seringkali tidak mampu diprediksi menuntut organisasi/perusahaan untuk mampu belajar dengan cepat, berinovasi secara berkelanjutan, menciptakan strategi-straetegi baru, mendeteksi dengan cepat adanya perubahan trend, membuat keputusan yang tepat dan cepat dalan menangkap peluang bisnis (Mujarudin,2006:4).

Perubahan dalam organisasi meliputi dua orde; orde pertama adalah perubahan yang linear dan berkesinambungan dan orde yang kedua adalah perubahan yang multidimensional, multilevel, tidak berkesinambungan dan radikal. Perubahan radikal dalam transformasi organisasional memunculkan tantangan berat bagi organisasi saat ini, bagaimana organisasi dapat melakukan transformasi organisasional tanpa menimbulkan masalah, atau dampak yang menyakitkan bagi anggota organisasinya. Perubahan tidak selalu bisa diterima oleh seluruh organisasi, agar perubahan tsb tidak menyakitkan, maka perubahan perlu memperhatikan waktu dan tidak dilakukan secara terus menerus (Abrahamson, 2000 dalam Darsono, 2002:80).

Perubahan dalam organisasi bisa dilakukan terhadap struktur organisasi, teknologi, pengaturan fisik dan proses operasi (reengineering), dan perubahan orang. Perubahan organisasi seringkali memiliki dampak negative terhadap individu maupun organisasi disamping dampak positif. Karena itu seringkali resistansi terjadi penolakan baik oleh individu ataupun organisasi. Sumber penolakan terhadap perubahan oleh individu adalah karena kebiasaan, keamanan (karena perubahan penuh dengan ketidak pastian dan ambiguitas), faktor ekonomi, ketakutan yang tidak diketahui dan pemrosesan informasi selektif. Sedangkan sumber penolakan oleh organisasi adalah kelembaman struktur, batas focus pada penolakan, kelembaman kelompok, ancaman keahlian, ancaman untuk menggunakan kekuatan hubungan dan ancama penggunaan alokasi sumber-sumber (Robin 2003:353-354).

Orang yang bertanggung jawab untuk mengelola kegiatan perubahan disebut agen perubahan. Agen perubahan bisa eksekutif senior (CEO), konsultan dari luar, karyawan yang berpengaruh atau manajer.

 

Perubahan dapat menjadi peluang dan/atau tantangan dalam menghadapi persaingan. Perubahan terjadi juga pada organisasi pemerintah (Public Service) diantaranya Badab Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, dan yang lebih diutamakan adalah perubahan STAN menjadi lembaga pendikan tinggi yang terakreditasi oleh Kementrian Pendididkan. Agar tetap survive organisasi/perusahaan dituntut untuk cepat dan tanggap dalam menghadapi lingkungan yang begitu dinamis. Perubahan yang direncanakan adalah kegiatan perubahan yang disengaja dan berorientasi tujuan.

Sementara perubahan yang tidak direncanakan adalah kegiatan perubahan yang tidak disengaja dan sifatnya hanya kebetulan saja Manajemen Perubahan dan Transformasi ; Mendefinisikan perubahan, jenis perubahan, orde perubahan, developmental, transitional dan transformational, dimensi perubahan ,Menjelaskan agen perubahan, peran agen perubahan , Menjelaskan kapasitas organisasi, dimensi capacity to change, Menjelaskan definisi manajemen perubahan, model manajemen perubahan, Menjelaskan hambatan dalam proses perubahan.


sumber dangan modifikasi penulis :

google. com

Faridz Ramadan

Sistem Informasi Management Kesehatan (SIMKES) 2015.


 

No comments:

Post a Comment