Budi Maryanto _ Simkes 2015

Tugas KMPK : Implementasi Kebijakan

1.        Tanggapan suatu jurnal / artikel : "Memperkuat Manajemen Strategis Dengan Pengukuran Kinerja Dalam Organisasi Sektor Publik"

 

 

MEMPERKUAT MANAJEMEN STRATEGIS DENGAN PENGUKURAN

KINERJA DALAM ORGANISASI SEKTOR PUBLIK


 

 

Menangapi artikel ini adalah bahwa kekuatan manajemen sangat bergantung dari kekuatan dan kemampuan sebuah organisasi.  Manajemen  strategis  dipahami  lebih  dari  sekedar  membuat  dan mengimplementasikan perencanaan strategis, namun dalam cakupan yang lebih luas merupakan proses yang bersifat terus-menerus mencakup seluruh aktivitas  yang dilakukan untuk membuat rencana,  tindakan,  dan  kebijakan-kebijakan  untuk  mencapai  tujuan  atau  misi organisasi. 

Organisasi sektor publik  bukan hanya organisasi sosial atau organisasi  non  profit,  dan  juga  bukan  hanya  organisasi  pemerintahan.  Organisasi publik  merupakan  organisasi yang  berhubungan  dengan  kepentingan  umum  dan menyediaan  barang  atau  jasa  kepada  publik.  Cakupan  organisasi  sektor  publik  berbeda  di  setiap  negara,  tergantung  pada kejadian historis dan suasana politik yang berkembang di suatu negara. Termasuk dalam cakupan sektor publik di negara Indonesia adalah pemerintah pusat, pemerintah daerah,  Badan  Usaha  Milik  Negara  (BUMN)  dan  Badan  Usaha  Milik  Daerah (BUMD), organisasi bidang pendidikan, organisasi bidang kesehatan, dan organisasi-organisasi  massa. 

Organisasi  sektor  publik  dibutuhkan  untuk  menjamin  bahwa pelayanan publik  dapat disediakan untuk masyarakat secara adil dan merata, serta untuk  memastikan  bahwa pelayanan  publik  dilakukan  sesuai  dengan  kebutuhan masyarakat. Strategi organisasi yang tepat untuk melakukan  penyesuaian  dengan  lingkungan  yang  berubah  sangat  penting  bagi keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Strategi penting karena merupakan proses untuk menentukan arah yang harus dijalani agar visi dan misi organisasi dapat tercapai.

Strategi juga dapat memberikan dasar yang masuk akal untuk keputusan – keputusan yang akan menuntun ke arah pencapaian tujuan organisasi. Keputusan  strategis  akan meningkatkan  kemampuan  pemimpin  dalam menghadapi perubahan. Sehingga  dapat dikatakan bahwa manajemen strategis adalah suatu proses yang dalam setiap tahapnya memerlukan partisipasi dari semua pihak, dan pertanggungjawaban dari pemimpin.Dengan  demikian  manajemen  strategis  meliputi  penetapan  kerangka  kerja  untuk melaksanakan berbagai proses tersebut.

Pengukuran kinerja merupakan alat untuk menilai kesuksesan organisasi, yang dalam konteks organisasi sektor publik akan digunakan untuk mendapatkan dukungan dan legitimasi dari publik. Masyarakat akan menilai keberhasilan organisasi lewat kemampuan  organisasi  dalam  memberikan  layanan  publik  yang  relatif  murah  dan berkualitas. Sehingga pengukuran kinerja sangat penting untuk menilai akuntabilitas organisasi  dan pimpinan  dalam  menghasilkan  pelayanan  publik  yang  lebih  baik.

Keberadaan organisasi sektor publik tidak terlepas dari  misi tertentu, bahkan faktor ktitis kesuksesan organisasi sektor publik sangat ditentukan oleh bagaimana mereka mencapai misi yang diembannya. Pengukuran kinerja membawa banyak dampak positif dalam organisasi sektor merupakan cara yang elegan untuk menciptakan akuntabilitas. Dengan demikian, pengukuran kinerja sangat penting dilakukan oleh organisasi publik  karena  dapat  membantu  meningkatkan  kualitas  alokasi  sumberdaya  dan keputusan manajerial lain, dapat memfasilitasi manajemen berdasarkan data dan fakta untuk  masa depan dengan menyediakan  dasar perencanaan, serta memonitor dan melakukan kontrol  terhadap perencanaan. Selain hal tersebut, pengukuran kinerja juga sangat  penting  untuk    meningkatkan  akuntabilitas  dengan  membuat pertanggungjawaban yang bersifat terukur  dan menyediakan bukti keberhasilan atau kegagalan, serta mampu menyediakan dasar sistematis untuk menilai dan memotivasi staf, yang pada akhirnya membawa implikasi pada penguatan manajemen strategis.

Implikasi dari artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan manajemen strategis dapat menjadi tolak ukur peningkatan dan keberhasilan suatu organisasi baik sektor pemerintah maupun sektor swasta. Dengan peningkatan kemampuan pelayanan publik akan menciptakan pelayanan publik yang prima sehingga kinerja menjadi lebih baik.

 

 

2.        Kebijakan Pelayanan Kesehatan Di Daerah kami

 

Kebijakan pelayanan kesehatan di level pemerintah daerah masih sangat membutuhkan perhatian sebagai tuntutan pelaksanaan undang – undang otonomi daerah. Contoh hal penting adalah bahwa kebijakan pengmbil keputusan pengangkatan pejabat di daerah level tertinggi oleh kepala daerah. Dengan hal tersebut memungkinkan untuk adanya transaksi atau birokrasi bersyarat. Dapat dilihat ada daerah yang mengambil kebjiakan seorang Kepala Dinas Kesehatan bukan seseorang dengan dasar pendidikan bidang kesehatan. Hal ini semata mata hanya untuk memberikan peluang kepada sesorang memenuhi target dalam mengisi kekosongan pimpinan. Tentunya akan membuat banyak kesenjangan di dalam tubuh jajaran kesehatan, karena leader tidak sesuai dengan yang diharapkan untuk melaksanakan program-program bidang kesehatan.

Kesenjangan sebagai akibat tidak sinkronisasi antara susunan tata organisasi dengan peraturan yang ada. Dari hal tersebut mengambarkan bahwa kebijakan pada level lebih tinggi, kurang tanggap membaca situasi dan kebutuhan institusi kerja. Akibatnya banyak program yang terbengkalai dan kegiatan-kegitan yang sifatnya berbasis program strategi tidak bisa dijalankan secara maksimal. Di sinilah kritk kebijakan publik menjadi unsur penting untuk perbaikan suatu lembaga, khususnya para pengambil kebijakan untuk kepentingan publik.


Demikianlah gambaran kebijakan publik yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan khususnya dalam sistem organisasi tata kelola pemerintahan.

No comments:

Post a Comment