MINAT K3
15/388086/PKU/15308
TUGAS KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
1. 1. Buatlah reaksi dari perkuliahan tanggal 13 Oktober 2015 ?
Reaksi saya terhadap perkuliahan ini adalah saya merasa senang dan menikmati sekali perkuliahan yang disampaikan oleh dr. Mubasysyir. Mengapa saya merasa senang dan menikmati sekali ? Karena saya memang senang dengan materi yang disampaikan oleh dr. Mubasyir, yaitu tentang proses pembuatan kebijakan. Saya sangat attracted dengan materi tentang proses pembuatan kebijakan terutama dengan kebijakan kesehatan karena di Indonesia sendiri berbagai kebijakan kesehatan sudah banyak dibuat, namun aplikasinya yang belum 100% maksimal. Sebagai contoh: Masih adanya kejadian diskriminasi dari sebuah rumah sakit terhadap pasien BPJS di daerah Surabaya. Komisi Pelayanan Publik Jawa Timur yang melakukanmonitoring di rumah sakit tersebut menerima komplain dari pasien bahwa pasien tidak dilayani dengan responsif oleh rumah sakit. Sejak dari meja informasi, pasien sudah diberikan arahan bahwa prosedur untuk berobat dengan sistem BPJS itu sangat rumit sehingga pasien diarahkan untuk mendaftarkan dirinya sebagai pasien jalur umum. Setelah mengikuti perkuliahan mengenai policy making process memberikan sedikit gambaran kepada saya,bahwa kasus tersebut disebabkan bukan karena kebijakannya yang salah, namun manajemennya yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Rumah sakit tersebut tidak mempunyai seorang manager yang profesional yang menerapkan prinsip POACE (Plan, organize, actuating, control, evaluate). Dari perkuliahan ini, saya dapat belajar bagaimana agar bisa menjadi calon manager yang profesional.
2. 2. Ceritalah sesuatu tentang efektif dan efisiensi menurut pengalaman kamu ?
Kasus tentang efektif
Kasus efektifitas erat kaitannya dengan minat saya K3 yaitu penggunaan kursi dokter gigi yang digunakan saat menangani pasien. Kursi yang digunakan oleh dokter gigi sebaiknya merupakan kursi yang dapat dinaikkan dan diturunkan untuk mempermudah akses dari dokter gigi untuk menjangkau mulut pasien. Selain itu, lampu yang ada pada dental chair pasien juga tidak boleh redup, agar dokter gigi dapat melihat keadaan rongga mulut pasien sehingga hasil juga maksimal.
Kasus tentang efesiensi
a. Dalam kehidupan sehari-hari, contoh kasus mengenai efisiensi adalah saya yang lebih memilih melakukan scaling (pembersihan karang gigi) di koas kedokteran gigi. Mengapa saya katakan lebih efisien ? Hal ini dikarenakan biaya yang saya keluarkan untuk membersihkan karang gigi di koas kedokteran gigi lebih murah dibandingkan dengan dokter gigi. Dan menurut saya, hasil yang didapatkan membersihkan karang gigi di koas dengan di dokter gigi umum tidak jauh berbeda. Hal ini mungkin disebabkan karena mahasiswa koas kedokteran gigi yang men-scaling pasien, hasil scaling-nya masih diperiksa oleh dosennya
b. Kasus lain yang erat kaitannya dengan minat saya K3 adalah ergonomi kedokteran gigi. Peletakan alat yang diperlukan untuk kegiatan perawatan saluran akar gigi pada box-nya bukan pada bengkok. Alat-alat untuk perawatan saluran akar yang sangat kecil apabila dicampur peletakannya dengan instrumen diagnostik akan membuat bingung. Sehingga, untuk menghemat waktu, maka alat untuk perawatan saluran akar diletakkan pada box terbuka dan tidak tercampur dengan alat diagnostik.
3. 3. Carilah satu artikel kesayangan !
No comments:
Post a Comment